Kasus anak Bupati Majalengka, penasihat hukum tersangka datangi Polisi

id Kasus penembakan

Kasus anak Bupati Majalengka, penasihat hukum tersangka datangi Polisi

Penasihat Hukum IN, tersangka kasus penembakan, saat memenuhi panggilan penyidik terkait penetapan tersangka. (ANTARA/Khaerul Izan)

Majalengka (ANTARA) - Penasihat Hukum IN, tersangka kasus penembakan, yang merupakan anak Bupati Majalengka Karna Sobah, Jawa Barat, memenuhi panggilan pihak Kepolisian Resor (Polres) dan menyampaikan yang bersangkutan belum bisa hadir pada Jumat jam 09.00 WIB.

"Kita datang ke sini untuk memenuhi undangan dari penyidik," kata Penasihat Hukum tersangka IN Dadan Taufik di Polres Majalengka, Jumat.

Satreskrim Polres Majalengka sendiri melayangkan undangan pertama kepada IN sebagai tersangka pada Jumat (15/11) dengan jadwal jam 09.00 WIB.

Baca juga: Anak Bupati Majalengka belum ditahan meski berstatus tersangka

Namun, kata Dadan, yang bersangkutan IN belum bisa hadir sesuai undangan telah dilayangkan, untuk itu pihaknya mewakili tersangka menyampaikan kepada penyidik.

"Tidak ada kendala (bagi tersangka IN untuk datang) namun hanya saja belum bisa sesuai undangan," ujarnya.

Polisi sendiri telah menetapkan anak Bupati Majalengka Karna Sobahi, IN menjadi tersangka kasus penembakan terhadap pengusaha kontraktor.

Baca juga: Tembak kontraktor, anak Bupati Majalengka ditetapkan jadi tersangka

Baca juga: Polres Majalengka panggil sembilan saksi terkait kasus penembakan


Seperti dikatakan Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada awak media Kamis (14/1) bahwa status tersangka untuk IN sudah ditetapkan sejak Rabu (13/11). Kini pihaknya juga sudah melayangkan surat pemanggilan.

"Penetapan tersangkanya IN, (sudah) dilayangkan surat pemanggilan sebagai tersangka, untuk hari Jumat ini menghadap kepada penyidik," katanya.

Dia menyebut IN ditetapkan tersangka atas aksi penembakan dan kepemilikan senjata api. Polisi menjerat dengan Pasal 170 KUHP Juncto Undang-undang nomor 12 Tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata api.

Pewarta : Khaerul Izan
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar