Gabion dan tanaman di HI yang dibongkar tidak dibuang

id Dinas Kehutanan DKI,Suzi Marsitawati,Instalasi Gabion,Taman Bundaran HI,Bundaran HI

Gabion dan tanaman di HI yang dibongkar tidak dibuang

Instalasi batu beronjong (gabion) dengan latar Bundaran HI yang berdiri di depan patung Selama Datang di bilangan Jalan MH Thamrin (Bundaran HI), Jakarta, Kamis (22/8/2019). Instalasi Gabion ini memiliki anggaran Rp150 juta sebagai pengganti instalasi Getah Getih yang sebelumnya berdiri di tempat yang sama sebagai hiasan kota dan dimaksudkan untuk mengurangi polusi. ANTARA/Ricky Prayoga/pri

Jakarta (ANTARA) - Instalasi hiasan batu gabion dan tanaman di dekat Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia yang dibongkar, tidak dibuang.

"Gabion dan tanaman di HI itu dibongkar dan disimpan di fasilitas kami serta untuk tanaman di taman bibit kami, tapi itu sementara, tidak dibuang, nanti dipasang lagi," kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Alasan pembongkaran itu, kata Suzi, karena adanya rencana untuk mendirikan panggung hiburan dalam menyambut Tahun Baru 2020 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

"Jadi ini untuk menghindari kerusakan, dibongkar instalasi dan tanamannya. Jadi setelah acara selesai akan dipasang lagi semua. Tapi tidak yang baru," katanya.

Instalasi hiasan gabion di dekat Halte Busway Bundaran HI terdiri atas tiga susunan instalasi berdampingan yang terbuat dari batu bronjong.

Baca juga: Warga sambut instalasi gabion pengganti Getah Getih
Baca juga: Instalasi batu gabion pengganti Getah Getih dipercantik


Untuk membangun instalasi gabion tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengucurkan anggaran Rp150 juta. Namun instalasi itu dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beberapa hari lalu.

Di tempat berdirinya gabion, kini hanya bersisa serpihan-serpihan batu.

Batu-baru berwarna krem, kehijauan dan coklat hanya berserakan bercampur tanah berwarna coklat.

Tanaman-tanaman yang dahulu menghiasi sekeliling gabion, yakni lidah buaya dan bogenvile berwarna ungu, putih dan merah kini tak lagi ada.

Di lokasi yang sama, terdapat besi untuk kerangka panggung yang disusun maupun dijajarkan.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar