Slovakia dan Jerman kurangi pasukan di Irak

id Tentara Jerman di Irak,Tentara Slovakia,Soleimani,Serangan AS

Slovakia dan Jerman  kurangi pasukan di Irak

Pengunjuk rasa melakukan protes pembunuhan terhadap pemimpin pasukan elit Quds Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Teheran, Jumat (3/1/2020). Qassem Soleimani tewas karena serangan udara Amerika Serikat di bandara Baghdad, Irak. (ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency)/Nazanin Tabatabaee via REUTERS)

Berlin (ANTARA) -  Peningkatan  ketegangan di kawasan Irak dan Iran memaksa Slovakia dan Jerman  memindahkan beberapa personel militernya dari Irak ke negara-negara tetangga karena masalah keamanan.
Pemerintah Jerman mengatakan keputusan itu diambil  beberapa hari setelah pembunuhan seorang komandan militer Iran dalam serangan pesawat tak berawak AS.

Sementara Slovakia mengatakan pihaknya untuk sementara telah memindahkan tujuh tentaranya dari Irak, yang merupakan bagian dari misi pelatihan NATO, ketika ketegangan di kawasan itu meningkat.

Sekitar 30 dari 120 tentara Jerman di Irak yang sebagian besar melatih pasukan keamanan Irak akan dipekerjakan kembali ke Yordania dan Kuwait, pemerintah Jerman mengatakan kepada parlemen dalam sebuah surat pada Senin.

Parlemen Irak pada Minggu menyerukan agar Amerika Serikat dan pasukan asing lainnya pergi setelah jendral Iran yang paling terkenal, Qassem Soleimani, tewas pada Jumat dalam serangan pesawat tak berawak AS terhadap konvoi di bandara Baghdad.

Penarikan pasukan Jerman diperintahkan oleh komando gabungan pimpinan AS untuk memerangi kelompok militan ISIS, kata pemerintah Jerman. Ini akan berlaku terutama untuk pasukan di Baghdad dan Taji, sebuah kota di utara ibukota Irak di mana hampir 30 tentara Jerman ditugaskan.

Baca juga: Menhan Esper: AS tidak tarik pasukan dari Irak
Baca juga: Inggris kurangi staf di Iran, Irak pascapembunuhan Soleimani
Baca juga: Parlemen Irak bersidang untuk usir pasukan AS


Dari 120 tentara Jerman, sekitar 90 ditempatkan di wilayah Kurdi di utara negara itu.

Pemerintah Jerman mengatakan pasukan bisa dipindahkan kembali ke Irak jika misi pelatihan mereka dilanjutkan.

Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengatakan kepada penyiar publik ZDF bahwa ia khawatir tentang kemungkinan kebangkitan kelompok militan jika pasukan asing segera meninggalkan Irak. "Tidak ada yang benar-benar menginginkan itu," katanya.

Slovakia mengatakan telah memindahkan tujuh tentaranya dari Irak untuk sementara waktu.

"Mengingat situasi saat ini di Irak, yang telah menyebabkan penangguhan kegiatan misi pelatihan NATO, relokasi sementara tujuh tentara Slovakia di luar negara itu dilakukan sesuai dengan aturan keamanan," Perdana Menteri Peter Pellegrini mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Sumber: Reuters

Pewarta : Atman Ahdiat
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar