menampilkan performance keuangan yang baik, dan menjalankan operasional perusahaan yang transparan dan akuntabel
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan pengolahan ikan PT Era Mandiri Cemerlang Tbk dan perusahaan pemasok geosintetik PT Agro Yasa Lestari resmi melantai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu.

Direktur Utama PT Era Mandiri Cemerlang Tbk Johan Rose mengatakan masuk ke bursa merupakan langkah strategis perseroan untuk mewujudkan visi, misi, dan rencana bisnis perseroan serta membangun tata kelola perusahaan yang lebih baik di masa yang akan datang.

"Melalui IPO, visi kami untuk menjadi perusahaan pengolahan ikan nasional terdepan dengan memberdayakan nelayan lokal dan menjaga keberlangsungan sumber daya alam Indonesia, dapat semakin terwujud," ujar Johan.

PT Era Mandiri Cemerlang Tbk melepas sebanyak 333,33 juta saham baru dengan harga penawaran Rp120 per saham, sehingga perusahaan berkode emiten IKAN itu memperoleh dana Rp39,99 miliar.

Baca juga: BEI: Jumlah emiten baru akan lampaui pencapaian tahun lalu

Johan mengatakan dana segar tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin pendinginan dan pembekuan untuk sarana produksi perseroan di Gorontalo dan Jakarta, dan sisanya untuk modal kerja.

Sementara itu, PT Agro Yasa Lestari melepas sebanyak 258,7 juta saham atau 34,8 persen total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada saat penawaran umum.

Adapun harga penawaran yaitu sebesar Rp100 per saham sehingga perusahaan berkode emiten AYLS itu memperoleh dana sebesar Rp25,87 miliar.

Baca juga: Manajer investasi selektif berinvestasi pada saham yang baru IPO

Sekitar 83,28 persen dari dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan, sedangkan sekitar 16,72 persen untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Bank Danamon Indonesia Unit Usaha Syariah.

"Kami berharap kedua perusahaan segera merealisasikan rencana dari proceed yang sudah diperoleh, menampilkan performance keuangan yang baik, dan menjalankan operasional perusahaan yang transparan dan akuntabel," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia.

Dalam perdagangan perdana, saham IKAN dan AYLS terkena batas atas kenaikan saham atau "auto reject". Saham IKAN naik 84 poin atau 70 persen menjadi Rp204 per saham. Sedangkan saham AYLS naik 70 poin atau 70 persen menjadi Rp170 per saham.

Baca juga: Jaga milik publik, BEI tegaskan tidak bisa sembarangan "delisting"
Baca juga: BEI: Pekan pertama Februari IHSG tumbuh positif, ini indikatornya

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2020