Ketua NU NTT jadi Ketua Umum Pesparani Nasional demi rawat kebhinekaan

id PWNU NTT,Pesparani Nasional 2020,Pesparani

Ketua NU NTT jadi Ketua Umum Pesparani Nasional demi rawat kebhinekaan

Ketua Umum Pesparani Nasional ke-2 tahun 2020 H. Jamaludin Ahmad saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran sayembara logo dan mars Pesparani Nasional ke-2 tahun 2020 di Kupang, Rabu. (Antara foto/Aloysius Lewokeda)

Kupang (ANTARA) - Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, H. Jamaludin Ahmad, mengatakan dirinya bersedia ditunjuk sebagai Ketua Umum (Ketum) kegiatan Pesta Paduan Suara Nasional (Pesparani) ke-2 Tahun 2020 demi merawat kebhinekaan di Tanah Air.

"Saya bersedia mengurus hal ini (kegiatan Pesparani Nasional ke-II tahun 2020) bukan urusan agama namun bagaimana peran kita demi merawat kebhinekaan bangsa ini," katanya dalam acara peluncuran sayembara logo dan mars Pesparani Nasional ke-2 tahun 2020 di Kupang, Rabu.

Dia mengatakan ketika dirinya menerima amanat dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada 2019 lalu, banyak pihak ribut di media massa terutama dari kalangan yang berbeda paham karena menganggap bukan hal yang biasa.

Jamaludin pun mempertanyakan apakah orang-orang yang menjadi ketua kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di berbagai daerah dari kalangan Kristinai lalu berpindah agama.

"Kan tidak, yang Kristen tidak pindah Islam dan juga sebaliknya. Ini kan bagaimana kita membangun penguatan pijakan moral bangsa, merajut kebangsaan, merajut toleransi," katanya.

"Dalam Islam dikenal dengan hablum minannas, memperkuat yang namanya persaudaraan sebangsa, persaudaraan umat manusia, ini yang sangat penting " katanya.

Jamaludin yang juga menjabat sebagai Asisten I Gubernur NTT itu mengatakan, awalnya dirinya merasa cukup berat menerima amanah sebagai Ketua Umum dalam ajang tingkat nasional tersebut.

Namun menurut dia, ajang ini hampir sama mekanismenya seperti pelaksanaan MTQ sehingga dia menginginkan agar Pesparani Nasional yang akan digelar pada 27 Oktober 2020 di Kota Kupang berlangsung dengan semarak.

"Kita ingin berbagai pihak di NTT terlibat untuk memperkenalkan toleransi dan kebersamaan melalui kegiatan ini sesuai tema utama kegiatan yakni Dari NTT Untuk Nusantara," katanya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara peluncuran tersebut, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka, Ketua Pelaksana Pesparani Katolik Nasional II, Sinun Petrus Manuk, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Sarman Marselinus, perwakilan dari Polda NTT, AKBP Domi Yampormase.

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar