Bupati Gorut canangkan pengurangan penggunaan kemasan plastik

id Pengurangan kemasan plastik,gorontalo utara

Bupati Gorut canangkan pengurangan penggunaan kemasan plastik

Indra Yasin, Bupati Gorontalo Utara, menandatangani prasasti pencanangan pengurangan kemasan plastik. (ANTARA/Susanti Sako)

Gorontalo (ANTARA) - Bupati Gorontalo Utara (Gorut), Provinsi Gorontalo, Indra Yasin, mencanangkan pengurangan penggunaan kemasan plastik di daerahnya.

Pencanangan tersebut dilakukannya di hadapan guru saat meresmikan gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten, di halaman kantor Dinas Pendidikan Nasional setempat, Rabu.

"Saya canangkan pengurangan penggunaan kemasan plastik di setiap agenda-agenda pemerintahan baik di tingkat kabupaten hingga desa, termasuk menyerukan kepada kepada masyarakat luas," ujar Bupati.

Sebelumnya telah diterbitkan instruksi untuk seluruh masyarakat dan instansi pemerintah agar tidak lagi menggunakan kemasan plastik di setiap kegiatan.

Baca juga: Empat ton sampah terkumpul pada Gerakan Bersih Laut-Pantai Gorontalo

Baca juga: RSUD Ainun Gorontalo jadi percontohan kampanye gerakan minim sampah plastik


"Dalam waktu dekat, instruksi tersebut akan diubah menjadi peraturan bupati," ucapnya.

Ia berharap instruksi pengurangan penggunaan kemasan plastik, baik sebagai wadah minuman dan makanan, akan menekan sampah plastik di daerah ini.

Pemerintah Babupaten perlu menekan penggunaan kemasan plastik, mengingat wilayah pesisir ini memiliki perairan yang sangat luas yang perlu dijaga kebersihannya agar tidak dipenuhi sampah plastik yang sulit terurai.

Bupati pun menginstruksikan seluruh pemerintah desa di desa-desa kepulauan atau di 78 desa pesisir untuk intensif melakukan gerakan bersih-bersih sampah plastik.

Khususnya di pulau-pulau berpenduduk, seperti Poleno Kepulauan yang banyak dipenuhi sampah kiriman dari berbagai wilayah.*
 
Indra Yasin, Bupati Gorontalo Utara (kanan) mencanangkan pengurangan penggunaan kemasan plastik. (ANTARA/Susanti Sako)

Pewarta : Susanti Sako
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar