Bantu warga prasejahtera, ACT-MRC jalin kerja sama

id Act kitchen,sentral dapur,global wakaf,Makmur Royal Catering (MRC),ACT, chef Jhoni Kusumahadi ,Presiden ACT Ibnu Khajar

Bantu warga prasejahtera, ACT-MRC jalin kerja sama

Presiden ACT Ibnu Khajar (kanan) bersama pendiri MRC "chef" Jhoni Kusumahadi (kiri) pada kegiatan peluncuran "central kitchen" di Jakarta, Rabu (19/2/2020). (FOTO ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Aksi Kemanusiaan Cepat Tanggap (ACT) bekerja sama dengan Makmur Royal Catering (MRC) sebuah perusahaan katering untuk membantu menangani masalah kerawanan pangan bagi masyarakat prasejahtera.

"Makmur Royal Catering telah mewakafkan 70 persen sahamnya untuk dikelola demi manfaat yang bisa dinikmati oleh sebanyak-banyaknya
masyarakat yang membutuhkan," kata pendiri MRC "chef" Jhoni Kusumahadi di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan salah satu alasan kerja sama dengan Global Wakaf-ACT adalah sebagai mitra untuk membagikan hasil masakannya kepada saudara sebangsa melalui konsep "central kitchen" (sentral dapur).

Chef Jhoni mengatakan kolaborasi kerja sama tersebut berawal dari perbincangannya dengan para sukarelawan gempa Lombok 2018. Obrolan itu berlanjut sampai terkait dengan keadaan keluarga mereka masing-masing.

"Berawal dari gempa Lombok, banyak sukarelawan yang datang ke Lombok pada saat itu. Rata-rata mereka bekerja serabutan dan tidak memiliki pekerjaan tetap," kata Jhoni Kusumahadi.

Sementara itu, Presiden ACT Ibnu Khajar mengatakan chef Jhoni selama ini ikut hadir di banyak tempat yang dilanda bencana alam. Sebagai contoh, kata dia, adalah dedikasinya selama satu setengah bulan di Lombok saat terjadi bencana alam.

"Selain itu sekitar satu bulan beliau berada di Palu bersama para pengungsi yang mendedikasikan pekerjaannya untuk daerah terdampak bencana," katanya.

Ia mengatakan lembaga tersebut akan terus menggerakkan sedekah atau infak untuk kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kita ingin mengulangi sejarah gemilang Islam di mana 75 persen aset strategis dimiliki oleh khalifah dengan pendekatan wakaf," demikian Ibnu Khajar.

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar