Temuan fosil gajah purba ingin dikelola Pemdes Sumberbendo Madiun

id temuan fosil gajah purba,fosil panggul gajah madiun,temuan fosil madiun,desa sumberbendo,Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran,Balai

Temuan fosil gajah purba ingin dikelola Pemdes Sumberbendo Madiun

Petugas dari Balai Pemeliharaan Situs Manusia Purba Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah melakukan aktivitas saat ekskavasi fragmen fosil tulang pinggul gajah di Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (19/2/2020). Menurut petugas, fragmen fosil tulang pinggul gajah tersebut diperkirakan berumur antara 300 ribu hingga 900 ribu tahun yang lalu karena ditemukan di lapisan kabuh. (FOTO ANTARA/Siswowidodo/zk)

Madiun, Jatim (ANTARA) - Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberbendo di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur menyatakan ingin mengelola fosil hewan purba yang banyak ditemukan di desanya sebagai potensi untuk menarik pengunjung datang ke daerah setempat.

"Kalau diperbolehkan, akan kami ingin kelola sendiri fosil-fosil gajah purba yang ditemukan di kawasan Desa Sumberbendo," kata Kepala Desa Sumberbendo Suprapto kepada wartawan, di Madiun, Sabtu.

Menurut dia, fragmen fosil hewan purba yang telah diteliti Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang berlokasi di Jalan Sangiran Km 4, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah merupakan Unit Pengelola Teknis di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berkedudukan di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur saat ini disimpan di kantor desa setempat.

Sejumlah fosil tersebut di antaranya, fosil tulang panggul gajah purba, fragmen tengkorak gajah purba, tempurung kura-kura, fosil kaki kerbau, tengkorak banteng, dan rahang bawah kuda nil.

"Semuanya disimpan di Kantor Desa Sumberbendo," kata dia.

Jika keinginan itu diperbolehkan, pihaknya akan membuat museum mini sebagai tempat untuk memamerkan hasil temuan di desanya tersebut. Museum mini itu nantinya akan dikelola oleh Pemdes Sumberbendo.

Dia berharap, keberadaan benda-benda bersejarah itu mampu mendukung dan dijadikan destinasi wisata desa di wilayah Kecamatan Saradan.

"Keinginan itu sudah kami sampaikan ke BPSMP dan BPCB. Kalau hewan purba yang ditemukan di sini merupakan jenis baru, maka akan ada tindak lanjut lagi," katanya.

Jika keinginannya dikabulkan, pembuatan museum mini tersebut juga akan membuka lapangan kerja bagi warga desa setempat. Nantinya, kata Suprapto, juga ada pelatihan dari BPSMP atau BPCB untuk pemeliharaan fosil-fosil tersebut.

Staf Perlindungan BPSMP Sangiran Albertus Niko saat di Madiun mengatakan usulan Pemdes Sumberbendo akan dipertimbangkan.

Sesuai UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya menyebutkan diperbolehkan benda cagar budaya dapat dimiliki perorangan dengan tetap memperhatikan fungsi sosialnya.

Pihaknya menilai fosil dikelola pemdes akan lebih bagus. Sebab, benda cagar budaya tersebut bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Pihaknya telah mendata apa saja fosil-fosil yang ditemukan di lokasi desa tersebut. Jika temuan fosil itu dikelola warga, maka nanti timnya sewaktu-waktu bisa datang untuk melakukan cek. Apakah fosil-fosil tersebut masih ada dan lengkap.

Baca juga: BPSMP Sangiran teliti temuan fosil panggul gajah purba di Madiun

Baca juga: Warga Madiun temukan benda diduga fosil hewan purba

Baca juga: Fosil gajah purba ditemukan di Indramayu

Baca juga: Warga Ngawi temukan fosil tulang paha gajah purba

Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar