KCI ungkap alasan belum beli kereta dari INKA

id Krl commuter line, kci, kereta commuter indonesia, kereta inka, kereta dalam negeri, kereta bekas jepang

KCI ungkap alasan belum beli kereta dari INKA

Dokumentasi - Karyawan berjalan di dekat rangkaian kereta Diesel Multiple Unit (DMU) pesanan Filipina di PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Minggu (1/3/2020). ANTARA FOTO/Siswowidodo/wsj.

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai pengelola KRL Commuter Line mengungkapkan alasan belum menggunakan kereta produksi PT INKA (Persero) dan malah membeli kereta bekas dari Jepang.

Menurut Direktur Teknik KCI Saridal dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, operasional KRL Commuter Line di Jabodetabek membutuhkan trainset 12 gerbong yang belum pernah diproduksi INKA.

"Kita sebenarnya ada rencana mau beli dari INKA tapi bagian teknis harus dipahami dulu. Kebutuhan satu trainset, 12 gerbong (kereta) dan INKA belum pernah memproduksinya. Makanya harus dimatangkan dahulu teknisnya," katanya.

Saridal menjelaskan KCI pernah menggunakan 10 trainset yang masing-masing terdiri atas empat gerbong dari BUMN tersebut. Namun, KCI kemudian mengembalikan kereta-kereta itu untuk dapat diperbaiki.

"Karena banyak gangguan, banyak dikomplain oleh masyarakat. Jadi dikembalikan, saya minta diperbaiki. Kalau sudah selesai dikembalikan. Sampai setahun ini belum ada satu pun yang dikembalikan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama KCI Wiwik Widayanti mengakui perusahaan memang ingin bisa membeli sarana kereta baru, bukan bekas seperti yang saat ini dilakukan.

Sayangnya, menurut dia perusahaan kereta di Indonesia belum membuat sarana perkeretaapian sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan.

"Di samping itu, kita juga membutuhkan sarana dalam waktu cepat karena kebutuhan untuk pelayanan juga makin tinggi. Jadi yang selama ini dilakukan hingga 2020 kami melakukan pembelian dari Jepang," jelasnya.

Kendati demikian, Wiwik menegaskan tidak menutup kemungkinan ke depan perusahaan akan memasok kebutuhan operasional dengan sarana buatan dalam negeri.

Ia menambahkan, pembelian kereta bekas dari Jepang tidak hanya untuk sarana tetapi juga dilengkapi dukungan suku cadang dan bantuan teknis.

"Tingkat gangguannya cukup rendah KRL dari Jepang, walaupun bekas tapi keandalannya tetap kami jaga dengan peralatan yang sesuai dengan apa yang dilakukan di Jepang. Dengan suku cadang dari sana juga bantuan teknis kami datangkan dari Jepang," katanya.

Sepanjang 2019, KCI telah mendatangkan 168 unit kereta sehingga saat ini telah ada 1.100 kereta yang beroperasi di wilayah Jabodetabek.

Pada tahun 2020, anak perusahaan PT KAI (Persero) itu akan kembali mendatangkan 120 unit kereta sehingga stamformasi dengan 10 dan 12 kereta bisa lebih banyak.

"Untuk tahun ini, dari 120 kereta, sudah datang 3 trainset atau 24 kereta," imbuh Wiwik.

Baca juga: KCI siap diberi kesempatan siapkan kereta listrik di ibu kota baru
Baca juga: KCI siapkan Rp200 miliar per tahun untuk perawatan KRL Commuter Line
Baca juga: Menteri Perkeretaapian Bangladesh tinjau pembuatan kereta PT INKA
Baca juga: INKA garap proyek kereta api di Kongo


 

Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar