AP I dan Gudang Garam tandatangani MoU pengelolaan Bandara Kediri

id AP I ,Gudang garam ,Bandara kediri

AP I dan Gudang Garam tandatangani MoU pengelolaan Bandara Kediri

Direktur Utama AP I Faik Fahmi (kiri) dan Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta menandatangani MoU pengelolaan Bandara Kediri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). ANTARA/Aji Cakti

Jakarta (ANTARA) - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Gudang Garam Tbk menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang pengelolaan Bandara Kediri, Jawa Timur.

"Jadi apa yang kita lakukan saat ini adalah bagian dari perencanaan strategis atau strategic planning AP I," ujar Direktur Utama AP I Faik Fahmi di Jakarta, Selasa.

Faik Fahmi mengatakan bahwa Angkasa Pura I sebagai pengelola 15 bandara di Indonesia, yang saat ini sedang sangat aktif meningkatkan kapasitas maupun kualitasnya.

Baca juga: Tiga menteri di Kediri bahas persiapan groundbreaking bandara

Persoalan yang dihadapi sebelumnya adalah lack of capacity, mudah-mudahan dalan tiga tahun ke depan bisa AP I dapat mengatasinya dengan baik.

Tentu saja ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit, tapi ini juga membuka peluang bagi AP I untuk menggandeng mitra strategis.

Selama ini AP I banyak mengembangkan dengan internal pendanaan dan berbagai kegiatan komersial, tapi ke depannya juga dimungkinkan untuk menggandeng mitra strategis.

"Salah satu perwujudan yang kita lakukan adalah bekerjasama dengan Gudang Garam. Kami dari Angkasa Pura I sangat antusias merealisasikan kerja sama pengembangan bandara Kediri melalui kerjasama dengan Gudang Garam yang saya kira akan sukses kalau kita kerjakan bersama-sama," kata Dirut AP I tersebut.

Rencananya, menurut Faik Fahmi, groundbreaking Bandara Kediri akan dilakukan pada 15 April 2020.

Baca juga: Kemenhub pastikan groundbreaking Bandara Kediri Maret 2020

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Gudang Garam Istata Taswin Siddharta mengatakan bahwa Pengoperasian bandara Kediri akan memberikan sinergi yang baik bagi kedua belah pihak.

"Tanpa mendahului persetujuan dari pemerintah dan rincian kerjasama dengan AP I, kami membayangkan suatu sistem multi airport antara Surabaya dan Kediri, di mana Kediri bisa menjadi bandara penyeimbang dan terminal embarkasi untuk Jawa Timur," ujarnya.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan memastikan rencana groundbreaking Bandar Udara Kediri, Jawa Timur, yang rencananya dibangun di Kabupaten Kediri, akan dilakukan pada Maret 2020.

Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono mengatakan, pembangunan bandar udara seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Terlebih lagi di Kabupaten Kediri rencananya akan dibangun dengan standar internasional. Masyarakat akan mendapatkan banyak manfaat dari pembangunan bandara tersebut. Dirinya juga sudah komunikasi dengan petinggi dari PT Gudang Garam, Tbk.


Pewarta : Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar