BPHN membentuk satgas pencegahan dan penanganan COVID-19

id bphn corona,satgas covid-19

BPHN membentuk satgas pencegahan dan penanganan COVID-19

Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Benny Riyanto. (ANTARA/ Humas BPHN)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) membentuk tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 yang terdiri dari unsur pimpinan tinggi madya, pimpinan tinggi pratama, pejabat pengawas dan administrator hingga jabatan fungsional dokter dan perawat di lingkungan BPHN.

Kepala BPHN Benny Riyanto menjelaskan, Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 bertugas melakukan sosialisasi, pengawasan, dan advokasi kepada pegawai, tim pengamanan dalam (Pamdal), hingga staf pembantu sebagai upaya preventif dan represif berkaitan dengan Virus Corona.

"Kami para pimpinan menginisiasi pembentukan tim ini. Jadi nanti di tim ini ada call center yang akan dikendalikan bagian humas yang berjalan 24 jam. Untuk dokter dan perawat bertugas menghubungi RS rujukan bilamana terjadi suatu kejadian lalu bagian umum dan rumah tangga menyediakan mobil ambulans agar ini bisa sebagai unit reaksi cepat," kata Benny dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Padang anggarkan Rp4 miliar untuk antisipasi penyebaran corona

Benny mengimbau agar pegawai termasuk yang melakukan kerja dari rumah, lebih proaktif melaporkan kondisi tubuh kepada atasan langsung, agar dapat dilakukan penanganan lebih dini.

Selain itu, kata dia, terhadap keluarga atau tetangga sekitar rumah yang diketahui tertular Virus Corona, agar juga dilaporkan sehingga dokter dan perawat di klinik BPHN lebih intens melakukan pengawasan kepada pegawai tersebut.

Benny juga mengingatkan kepada para atasan agar lebih memperhatikan kondisi jajaran di bawahnya. Dia ingin agar seluruh pihak saling aktif melaporkan dan berkomunikasi, selain mengenai tugas dan fungsinya sebagai aparat negeri sipil.

"Selanjutnya akan dibuat SOP Pengawasan dan Pemantauan Kesehatan Pegawai, sehingga jika ada pegawai yang menunjukkan gejala, maka langkah penanganannya jelas mulai dari rumah sakit yang akan dijadikan rujukan konsultasi hingga dukungan sarana dan prasarana seperti mobil ambulans," kata Benny.
Baca juga: Semua kegiatan gereja dengan keramaian ditiadakan antisipasi COVID-19

Hingga saat ini berdasar data yang diumumkan secara nasional, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi positif ada 309 kasus, dan dari jumlah itu, 269 kasus masih dalam perawatan, 15 pasien sembuh dan 25 orang meninggal dunia.

Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar