Satgas: Sembilan kasus positif COVID-19 di Bali

id covid 19,kasus positif covid 19,sekda bali

Satgas: Sembilan kasus positif COVID-19 di Bali

Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra (Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2020)

Denpasar (ANTARA) - Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 di Pulau Dewata hingga Kamis (26/3) berjumlah sembilan orang.

"Dari 114 sampel yang telah diuji, telah keluar hasil sampel 84 orang yaitu 75 orang negatif dan 9 orang positif COVID-19," kata Dewa Indra, di Denpasar, Kamis.

Jika dibandingkan dengan data Selasa (24/3), terdapat penambahan tiga kasus positif COVID-19 di Bali. Penambahan tiga kasus positif itu karena ada tiga orang yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) ternyata hasil pemeriksaannya sampelnya dinyatakan positif pada 25 Maret 2020.
Baca juga: Pemprov Bali tambah 7 RS rujukan untuk tangani pasien COVID-19
Baca juga: Ratusan WNA ajukan perpanjangan izin tinggal darurat di Imigrasi Bali

"Tiga PDP yang positif itu, adalah satu orang WNA dan dua orang WNI," ujar pria yang juga Sekda Bali itu.

Di sisi lain, Dewa Indra mengatakan bantuan sebanyak 4.000 alat pelindung diri dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Bali telah didistribusikan ke 11 rumah sakit rujukan yang telah ditentukan.

Selain itu, telah dilakukan distribusi logistik disinfektan sebanyak 350 liter (70 galon) dan masker 200 boks (10.000 pcs) ke BPBD Kabupaten kota (posko satgas).
Baca juga: Warga China dominan perpanjang izin tinggal darurat di Bali

"Karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang pulang ke Bali sampai dengan hari ini juga dilanjutkan, dan berjumlah 38 orang bertempat di UPTD Bapelkesmas, Denpasar," katanya.

Dewa Indra meminta pengertian, kesadaran dan kebersamaan dari seluruh masyarakat dan khususnya orang tua pekerja imigran ataupun pekerja imigran untuk mengikuti karantina dengan penuh disiplin.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meyakini bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, segenap unsur TNI, Polri dan instansi-instansi lainnya sedang bekerja sama, sedang bergotong royong melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19," ucap mantan Kepala Pelaksana BPBD Bali itu.
Baca juga: Tanah Lot mulai ditutup hingga 30 Maret, cegah sebaran Corona di Bali
Baca juga: Sebanyak 30 objek wisata di Buleleng-Bali tutup sementara

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar