Dua kasus baru di Kota Kediri klaster pelatihan haji di Surabaya

id kasus corona kediri ,kediri hari ini,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Dua kasus baru di Kota Kediri klaster pelatihan haji di Surabaya

Dokumentasi - Warga melintas di depan spanduk bertuliskan 'stop mudik' di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (8/4/2020). Polresta Kediri mengimbau masyarakat untuk tidak mudik guna menghindari penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.

Kediri (ANTARA) - Wali Kota Kediri Abdulllah Abu Bakar kembali mengumumkan bahwa terdapat dua warga di Kota Kediri, Jawa Timur, yang terkonfirmasi positif terinfeksi COVID-19, yang merupakan hasil pelacakan klaster pelatihan haji di Sukolilo, Surabaya.

"Ada dua orang di Kota Kediri yang positif corona, satu di Kelurahan Bujel dan satunya lagi di Kelurahan Pojok yaitu di Perumahan Wilis 2," kata Wali Kota Kediri dalam keterangannya di Kediri, Jumat.

Ia juga mengatakan, dua orang yang baru terkonfirmasi terinfeksi virus corona ini tidak mengeluhkan sakit dengan gejala mengarah ke COVID-19.

"Dua orang ini tergolong orang tanpa gejala (OTG), jadi tidak bergejala apa-apa, tidak sakit. Saya sudah memerintahkan kepala dinas kesehatan untuk merawat orang tersebut di rumah sakit," ujar Mas Abu.

Baca juga: Pasien COVID-19 Kediri tambah 3 jadi 10
Baca juga: Cegah COVID-19. Pemkab Kediri bagikan masker kepada pedagang pasar


Menurut dia, kebijakan dirawat di rumah sakit, sebagai upaya pemerintah agar aman, dan tidak terjadi penularan.

"Jadi alhamdulillah sudah diamankan (isolasi) supaya nanti tidak menularkan ke mana-mana untuk kebaikan kita bersama," tambah dia.

Mas Abu, sapaan akrabnya juga berharap pada warga Kota Kediri untuk lebih berhati-hati, karena jumlah kasus positif corona atau COVID-19 bertambah terus.

"Tapi saya yakin, kita semua sudah mempersiapkan semuanya. Insyaallah kalau kita bisa bekerja sama lebih bagus lagi, maka kita akan bisa memeranginya bersama-sama," ujar Mas Abu.

Baca juga: Wali Kota Kediri umumkan tambahan satu pasien positif COVID-19
Baca juga: Tips Plt Kadinkes Kediri sembuh dari corona


Sementara itu, Wali Kota juga mengingatkan agar pasien menghargai tenaga medis, dengan jujur ketika periksa, baik jujur terkait keluhannya, jujur baru datang dari mana, termasuk jujur pernah kontak dengan siapa saja.

Ia mengingatkan, jika tidak jujur bukan hanya keluarga dan tetangga, tapi tenaga medis juga bisa menjadi korban selanjutnya.

Bahkan, saat ini sudah ada 18 orang tenaga medis harus melakukan isolasi mandiri, karena sebagian besar pernah kontak dengan pasien yang tidak jujur. Padahal, seharusnya mereka bisa tetap bertugas, tapi saat ini harus di rumah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima mengatakan kondisi 18 orang tenaga medis itu sehat semua. Tugas mereka untuk sementara waktu juga bergantian dengan yang lain.

Untuk alat pelindung diri, Fauzan juga mengatakan tidak ada kendala.

"Sementara tidak ada kendala, sudah mencukupi. Kemarin dari RSUD Gambiran, RSM Ahmad Dahlan dan dinas kesehatan dapat droping dari provinsi," kata dr Fauzan, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri ini.

Hingga Jumat (10/4), di Kota Kediri ada enam yang terkonfirmasi positif corona, yakni lima orang dirawat dan satu orang sudah sembuh. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) ada 149, pasien dalam pengawasan (PDP) tiga orang.

Baca juga: Belasan santri diperiksa di Terminal Kediri cegah penyebaran corona
Baca juga: Dalam perawatan, satu PDP dan seorang ODP di Jombang-Jatim meninggal

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar