DPRD Batang rekomendasikan aktivitas proyek PLTU dihentikan sementara

id DPRD Batang, rekomendasi PLTU

DPRD Batang rekomendasikan aktivitas proyek PLTU dihentikan sementara

Proyek pembangunan PLTU dibangun di Kabupaten Batang. Pembangunan PLTU ini sudah mendapat rekomendasi dari DPRD agar ditutup sementara seiring wabah virus corona. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Sejumlah Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, merekomendasikan kepada pemerintah kabupaten (pemkab) setempat agar aktivitas pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Batang dihentikan untuk sementara waktu seiring dengan wabah virus corona.

Bupati Batang Wihaji di Batang, Selasa, mengatakan bahwa rencana penghentian sementara pembangunan PLTU ini dengan mempertimbangkan ada pekerja PLTU yang telah positif terpapar virus corona jenis baru (COVID-19) sehingga dikhawatirkan wabah itu akan meluas.

"Rekomendasi dari DPRD menjadi perhatian kami. Kendati demikian, penghentian sementara waktu PLTU masih menunggu kebijakan pemerintah pusat. Kami memang hati-hati dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan dampak ekonomi yang timbul jika pembangunan PLTU dihentikan," katanya di Batang, Selasa.

Baca juga: Status 65 pekerja PLTU Batang ODP COVID-19

Menurut dia, saat ini hal yang terpenting dalam mengantisipasi penyebaran virus corona adalah memastikan keseriusan manajemen PLTU dalam mematuhi protokol kesehatan bagi para pekerjanya.

Jumlah pekerja PLTU Batang, kata dia, kini mencapai sekitar 16 ribu orang namun dalam antisipasi penanganan virus corona belum sepenuhnya dilakukan sehingga hal itu tidak menutup kemungkinan pekerja lainnya tertular.

"Ada satu rekomendasi yang diajukan oleh pemkab kepada manajemen PLTU yang belum dilaksanakan yaitu mendirikan tempat isolasi mandiri. Hal itu, sudah kami koordinasikan dengan pihak PLTU agar membuat isolasi mandiri namun belum dibangun," katanya.

Bupati Wihaji menjelaskan sekitar sekitar 14 ribu pekerja PLTU, kini memang sudah ada sebagian pekerja yang diliburkan sementara.

"Jadi tanpa diberhentikan pun, sudah ada laporan ke pemkab menyebutkan bahwa sekitar seribu pekerja PLTU yang diliburkan," katanya.

Baca juga: Cegah COVID-19, PLTU Tomilito batasi akses ke lokasi proyek

Sementara itu General Manajer External Relations PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Ari Wibowo selaku pengembang proyek PLTU Batang saat dihubungi, Selasa (14/3) melalui telepon selulernya, tidak merespons.
 

Pewarta : Kutnadi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar