Kemarin kapal misterius masuk Raja Ampat, dana desa dipakai untuk BLT

id kapal misterius,covid 19,dana desa

Kemarin kapal misterius masuk Raja Ampat, dana desa dipakai untuk BLT

Arsip Foto. Warga menunjukkan KPS dan uang saat pembagian bantuan langsung tunai di Kantor Pos Indramayu, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Jakarta (ANTARA) - Kemarin kapal yang tidak diketahui identitasnya melintasi wilayah perairan Raja Ampat di Provinsi Papua Barat dan pemerintah mengalokasikan Rp22 triliun lebih dana desa untuk program bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak wabah COVID-19.

Selain itu ada berita mengenai data terbaru kasus infeksi virus corona di Indonesia serta upaya penanggulangan wabah COVID-19 yang bisa dibaca kembali dalam rangkuman berita berikut:

Kapal pesiar misterius melintas, hebohkan masyarakat Raja Ampat

Kapal pesiar besar yang tidak diketahui identitasnya melintas di perairan Raja Ampat, Papua Barat, dan menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat setempat dalam masa tanggap darurat wabah COVID-19. Kapal pesiar besar tersebut tidak diketahui nama, asal, dan tujuannya serta tidak terdeteksi oleh alat navigasi pemerintah daerah setempat. 

Pasien yang meninggal akibat COVID-19 bertambah 60

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat hingga Selasa 14 April 2020 jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah 60 menjadi total 459 orang dan jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona seluruhnya 4.839 orang.

"Kami sangat berduka dengan masih adanya saudara-saudara kita yang meninggal karena COVID-19. Hari ini kita mencatat jumlahnya sudah merata hampir semua provinsi ada dan kita yakini akan bertambah," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.

Gugus Tugas targetkan 78 laboratorium bisa uji COVID-19

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menargetkan 78 laboratorium bisa melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus corona penyebab COVID-19 di seluruh Indonesia.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan pemerintah terus meningkatkan kapasitas laboratorium untuk mendukung pemeriksaan spesimen pasien COVID-19.

Dana Desa Rp22 triliun dialokasikan pemerintah untuk BLT

Pemerintah mengalokasikan dana desa yang nilainya total Rp22,477 triliun untuk program bantuan langsung tunai (BLT) yang menyasar lebih dari 12 juta warga desa prasejahtera yang terdampak COVID-19, kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

"Perlu saya informasikan dari simulasi yang kita buat, Dana Desa yang akan terpakai dari Rp72 triliun itu adalah sebesar Rp22.477.762.349.136," katanya.

BLT Dana Desa disalurkan mulai April 2020

Bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa untuk warga desa terdampak COVID-19 disalurkan mulai April 2020 menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

"Kami mengeluarkan Permendes Nomor 6 Tahun 2020 sebagai perubahan Permendes Nomor 11 Tahun 2019. Isi dari permendes ini adalah pertama bahwa Dana Desa bisa digunakan untuk bantuan langsung tunai," katanya.
 

Pewarta : Indriani
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar