Kapolri tarik kembali Direktur Penyidikan KPK ke Polri

id Panca putra,Direktur penyidikan kpk,Argo yuwono,panca putra simanjuntak

Kapolri tarik kembali Direktur Penyidikan KPK ke Polri

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (ANTARA/HO-Polri)

Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menarik perwira tingginya yang bertugas di lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Pol R.Z. Panca Putra Simanjuntak untuk kembali bertugas di institusi Polri.

Brigjen Panca saat ini menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK.

Baca juga: KPK lantik tiga pejabat baru

Baca juga: KPK minta Direktur Penyidikan tuntaskan utang kasus


Hal tersebut tertuang dalam surat permohonan bernomor B/2829/V/KEP./2020/SSDM tertanggal 5 Mei 2020 perihal permohonan pengembalian perwira tinggi Polri yang bertugas di lingkungan KPK.

Surat ini ditandatangani oleh As SDM Kapolri Irjen Pol Eko Indra Heri dan ditujukan kepada Ketua KPK.

‎Dalam surat tersebut Panca Putra bakal diberi amanah mendapat jabatan bintang dua sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Raden Prabowo ‎Argo Yuwono membenarkan Polri menarik Panca Putra dari KPK dan menempatkannya kembali di Polri dengan jabatan yang lebih tinggi.

‎"Ya, ada (surat permohonan)," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Argo menyebut, promosi jabatan diberikan kepada Panca atas prestasinya.

"Atas prestasinya, pimpinan Polri memberi amanah jabatan bintang dua sebagai Widyaiswara Utama Kepolisian Tk. I Sespim Polri," tuturnya.

Sebelumnya, Panca Putra dilantik sebagai Direktur Penyidikan KPK menggantikan Brigjen Pol Aris Budiman pada 20 September 2018.

Ketika bertugas di KPK, Panca Putra juga pernah ditunjuk sebagai Plt Deputi Penindakan KPK menggantikan Firli Bahuri yang ditarik ke Polri.

Kini, Aris Budiman sudah berpangkat Irjen dan menjabat sebagai Kapolda Kepri. Sementara Firli Bahuri telah menjadi Ketua KPK.

Baca juga: ICW kritik siaran pers Firli yang menyebut "tidak koar-koar ke media"

Baca juga: KPK: Program pemerintah bisa gagal jika tak diiringi berantas korupsi

Baca juga: Firli Bahuri ungkap ciri khas kerja senyap KPK saat ini

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar