Ratusan rumah di Serdang Bedagai rusak diterjang angin

id rumah rusak,angin kencang,sergai

Ratusan rumah di Serdang Bedagai rusak diterjang angin

Bupati Serdang Bedagai, Soekirman bersama sejumlah pejabat sedang meninjau rumah rumah yang rusak di terjang angin puting beliung (ANTARA/HO)

Sergai (ANTARA) - Ratusan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, rusak berat dan ringan akibat diterjang angin kencang yang melanda daerah itu.

Bupati Serdang Bedagai, Soekirman di Serdang Bedagai, Rabu, mengatakan, dari data sementara yang diterima, di Kecamatan Perbaungan sebanyak 152 rumah warga yang tersebar di 11 desa mengalami kerusakan dan paling banyak di Desa Lubukbayas yakni sebanyak 41 rumah.

Bahkan salah satu rumah semi permanen milik warga bernama Amsar, warga Dusun 11 Desa Lubukbayas ambruk diterjang angin puting beliung.

Sementara di Kecamatan Pantai Cermin sebanyak 21 rumah warga mengalami kerusakan dan paling banyak di Desa Nagakisar yakni 18 rumah. Rata-rata atap rumah warga terbang di terpa angin puting beliung.

Sedangkan di Kecamatan Pegajahan, angin menerpa rumah warga di Desa karang Anyar, aKibatnya sebanyak 22 rumah warga di desa tersebut juga mengalami kerusakan.

Ia mengatakan dirinya telah mengimbau camat agar menggerakkan semangat gotong royong di masing-masing kampung untuk membantu warga yang rumahnya rusak terdampak angin puting beliung.

"Desa sudah memilkiki anggaran sendiri untuk bisa melakakukan gotong royong, apa yang dapat dilakukan segera dilakukan tanpa menunggu-nunggu dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat agar dapat segera pulih dan bangkit," katanya.

Pihaknya juga membawa bantuan sembako guna meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Selanjutnya BPBD akan mendata serta memberikan bantuan bahan bangunan seng, broti dan paku guna memperbaiki rumah rumah warga yang rusak karena bencana angin puting beliung tersebut.

Sedangkan untuk rumah warga yang ambruk akibat angin puting beliung, pemerintah desa sebelumnya telah memasukkan rumah tersebut ke dalam program perbaikan rumah tidak layak huni melalui program dana desa untuk renovasi menjadi rumah permanen.

Namun karena adanya dampak wabah COVID-19, Dana Desa belum dapat dicairkan.

"Meskipun demikian para kepala desa sudah menyatakan bahwa rumah-rumah tersebut akan segera diperbaiki dengan menggunakan dana talangan lebih dulu," katanya.
Baca juga: BNPB: Terjadi 1.188 bencana hingga April 2020
Baca juga: BPBD: Tiga rumah rusak akibat bencana alam di Garut
Baca juga: Puluhan rumah rusak di Karawang disapu angin puting beliung

Pewarta : Juraidi
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar