Jaringan seluler lelet hambat penanganan bencana di Gayo

id Aceh,Pemprov Aceh,Pemerintah Aceh,Banjir,Aceh Tengah,Bener Meriah,Banjir Aceh Tengah,Banjir Bandang Aceh

Jaringan seluler lelet hambat penanganan bencana di Gayo

Reje (Kepala) Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Idrus Saputra menggunakan komunikasi handy talkie (HT) dalam penanganan bencana pascabanjir bandang menerjang Aceh Tengah, Rabu (13/5/2020). ANTARA/Kurnia Muhadi

Banda Aceh (ANTARA) - Jaringan seluler yang lelet sempat menghambat proses komunikasi dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Koordinator Tagana Aceh Tengah Azmi, Kamis, mengatakan akibat terganggunya komunikasi melalui sambungan telepon seluler menyebabkan petugas sulit dalam menghimpun data akurat di lapangan.

"Gangguan komunikasi menyulitkan tim menerima data akurat," kata Azmi di Aceh Tengah.

Peristiwa banjir bandang dan longsor pada Rabu (13/5) sore tersebut, tidak hanya terjadi di beberapa desa di Kabupaten Aceh Tengah, namun juga melanda sejumlah titik di Bener Meriah, yaitu di Kecamatan Bukit, Mesidah, dan Permata.

Baca juga: 57 rumah dan kendaraan rusak akibat banjir bandang Aceh Tengah
Baca juga: Akses jalan di lokasi banjir bandang Aceh Tengah sudah bisa dilalui


Warga Takengon, Aceh Tengah, Hafiz mengatakan dirinya mengalami gangguan jaringan seluler dari penyedia Telkomsel sudah mulai sejak Rabu dini hari, khususnya untuk penggunaan data internet.

"Subuh pada waktu sahur sempat putus total juga, saya kira saya kehabisan kuota data, rupanya memang ada gangguan," katanya.

Kemudian, kata dia, gangguan itu berlanjut seharian hingga terputus total pascabanjir bandang melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan di daerah dataran tinggi Gayo itu, bahkan berlangsung hingga tengah malam.

"Pascabanjir menelpon pun susah, sampai jam 10 malam baru bagus lagi, itu pun kalau untuk akses internet lelet, putus nyambung," ujarnya, menjelaskan.

Hal senada juga dikeluhkan oleh warga di Bener Meriah. Petugas dan warga kesulitan mendapat informasi terkait jumlah lokasi yang dilanda longsor dan banjir akibat intensitas hujan tinggi tersebut.

Warga Bener Meriah, Kiki menyebutkan akses komunikasi melalui jaringan internet memang kerap terganggu di Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam waktu-waktu tertentu.

"Kalau gangguan jaringan memang bukan hal baru lagi, sering terjadi. Kita harapkan pihak Telkomsel di daerah ini sudah bisa berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik buat pelanggan," ujarnya.

Baca juga: BMKG: Banjir masih berpotensi di utara-timur Aceh
Baca juga: Pemkot Banda Aceh perhatikan korban banjir di tenda pengungsian
Baca juga: Banjir Aceh Besar surut, warga mulai bersihkan rumah

Pewarta : Khalis Surry
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar