Ini standar operasional pasar rakyat jelang Lebaran menurut Mendag

id Pasar rakyat

Ini standar operasional pasar rakyat jelang Lebaran menurut Mendag

Ilustrasi. Suasana kawasan perdagangan pasar rakyat di Pasar Tengah, Pontianak, Kalimantan Barat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/aww.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan untuk pasar rakyat saat pandemi COVID-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

“Selain menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kemendag telah menyiapkan SOP protokol kesehatan untuk pasar rakyat dan ritel modern menjelang Lebaran,” kata Mendag saat menggelar konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis.

Pertama yaitu pengelola pasar rakyat harus menyiapkan dan memastikan seluruh pedagang menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas, serta memastikan semua elemen pasar negatif COVID-19 dengan hasil tes yang diperoleh dari rapid test dengan difasilitasi oleh pemerintah.

“Kemudian juga pintu masuk pasar harus menggunakan batas pagar untuk membatasi jumlah pengunjung, di mana harus mengontrol sekitar 30 persen dari kapasitas yang biasa normal dengan 2,5 jam waktu kunjungan secara interval,” ujar Mendag.

Kemudian, terdapat petugas informasi yang juga bertugas untuk memastikan pengunjung menghindari kontak fisik dengan pengunjung langsung saat beraktivitas di pasar.

Selanjutnya, pengelola pasar wajib menyediakan sarana dan alat kesehatan dengan mengatur waktu operasional dan menerapkan jarak fisik, yakni berjarak 1,5 meter antar pedagang, serta memberikan teguran atau sanksi kepada pedagang yang tidak mematuhi aturan.

Selain itu, pedagang wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti membersihkan kiosnya, menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas di pasar, serta menjaga barang dagangannya agar tetap higienis.

“Pembeli juga wajib mengikuti protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, sarung tangan, mencuci tangan dengan sabun, menghindari pembayaran dengan uang tunai di ritel modern kecuali di pasar rakyat. Dan menyiapkan plastik uang dalam bertransaksi,” ujar Agus.

Pembeli juga perlu menerapkan jarak fisik saat berbelanja dan mengatur waktu kunjungan untuk disesuaikan.

Mendag menambahkan, masyarakat diminta untuk melakukan pembelanjaan secara digital baik melalui pasar daring, maupun memanfaatkan ojek online.

Agus meyakini, dengan menerapkan SOP protokol kesehatan yang dianjurkan, maka Indonesia akan mampu memerangi COVID-19 dengan cepat.

Baca juga: Pasar rakyat di Malang Raya bisa terapkan ganjil genap saat PSBB
Baca juga: Pemerintah dan DPR dukung pasar rakyat tetap buka saat pandemi


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar