Perkuat daya saing, PIHC matangkan "single branding" produk pupuk

id pupuk indonesia,strategi bisnis,PIHC,Pupuk Indonesia Grup,pupuk urea

Perkuat daya saing, PIHC matangkan

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus meningkatkan penetrasi pasar ke sektor komersial atau nonsubsidi dengan realisasi penjualan pupuk sepanjang 2019 mencapai 111,61 persen melebihi rencana awal. ANTARA/HO-Pupuk Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) tengah mematangkan rencana untuk meluncurkan satu merek atau "single brand" dari seluruh produk pupuk yang diproduksi, sebagai langkah transformasi bisnis untuk memperkuat daya saing di sektor komersil.

Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Imam Apriyanto Putro, di Jakarta, Rabu, mengatakan saat ini Pupuk Indonesia telah mendistribusikan 16 merek produk di pasaran. Nantinya, BUMN Holding industri pupuk tersebut akan membuat satu merek khusus baik untuk pupuk urea, NPK, organik dan lainnya.

"Jadi, kami akan memilih satu merek yang benar-benar 'loyality' dari petani cukup tinggi, sehingga pada saat ada transfromasi, merek-merek yang didapatkan di pasar, menjadi satu merek tertentu yang mencerminkan Pupuk Indonesia Grup," kata Imam pada bincang "Brand Eksis di Tengah Krisis" yang diselenggarakan LKBN Antara.

Iman menjelaskan bahwa strategi Pupuk Indonesia Grup dalam mewujudkan "single brand" ini bertujuan mengefektifkan biaya pengemasan, memangkas biaya marketing dan meningkatkan kesadaran pelanggan, terutama petani terhadap produk Pupuk Indonesia.

Saat ini, Pupuk Indonesia total memiliki 16 brand yang didistribusikan, dengan jenis antara lain urea, ZA, SP-36, DAP, NPK, ZK dan pupuk organik. Sejumlah produk tersebut diproduksi dari lima anak perusahaan mereka, yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk SIriwjaya, PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Pupuk Iskandar Muda.

Dalam mewujudkan single branding tersebut, Imam menjelaskan bahwa akan mengurangi budaya silo yang dimiliki masing-masing anak perusahaan.

Selain untuk melakukan efisiensi, Imam menambahkan bahwa transformasi melalui "single branding" ini juga akan memudahkan perseroan dalam melakukan distribusi pupuk dan dapat menerapkan satu standar yang sama terhadap produk pupuk yang dihasilkan.

Ada pun strategi bisnis ini masih terus dilakukan pembahasan, namun target implementasi "single brand" ini diharapkan dapat berjalan tahun ini.

"Nanti kita akan me-launching karena masih dalam pembicaraan, namun implementasinya sudah ditargetkan pada tahun ini bisa kita selesaikan," kata Imam.

Baca juga: Pupuk Indonesia salurkan 3,38 juta ton pupuk bersubsidi hingga 10 Mei

Baca juga: Pupuk Indonesia tingkatkan penetrasi penjualan ke sektor komersil

Baca juga: Pupuk Indonesia catat rekor produksi tertinggi 11,8 juta ton

 

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar