Normal baru, Arief Yahya ungkap ciri khas ekonomi minim kontak fisik

id arief yahya,low touch economy,karakteristik,normal baru

Normal baru, Arief Yahya ungkap ciri khas ekonomi minim kontak fisik

Mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya. ANTARA/Ade Irma Junida/am.

Jakarta (ANTARA) - Mantan Menteri Pariwisata periode Kabinet Kerja, Arief Yahya menyebut perekonomian minim kontak fisik atau low touch economy seperti pada era normal baru ini, ternyata memiliki sejumlah karakteristik dan ciri khas.

"Perekonomian minim kontak fisik atau low touch economy karakteristiknya adalah low touch interaction, jadi interaksi yang tidak menyentuh atau tidak ada interaksi fisik antara orang," ujar Arief Yahya dalam seminar daring Indonesia Brand Forum 2020 di Jakarta, Selasa.

Selain itu, Arief menambahkan bahwa ciri lainnya dari low touch economy adalah adanya langkah-langkah atau protokol kesehatan dan keselamatan dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19.
Baca juga: 77.897 polisi disiapkan edukasi masyarakat di masa transisi

Karakteristik lainnya, masih menurut dia, adalah perilaku baru manusia atau new human behaviour yang saat ini dikenal sebagai adaptasi kehidupan normal baru atau new normal.

"Karakteristik terakhir adalah pergeseran industri secara permanen," kata Arief Yahya.

Dalam paparannya, Arief Yahya menyampaikan bahwa low touch economy akan bersifat permanen pascapandemi COVID-19, sehingga menjadi peluang bagi para inovator untuk segera mengambil langkah berani.

Low touch economy dinilai telah menyentuh seluruh aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari konteks profesional di mana lingkungan kerja menerapkan jaga jarak atau social distancing bagi para karyawannya, serta teknologi robot yang kemungkinan bakal menggantikan interaksi antarmanusia dalam pelayanan yang berisiko tinggi.
Baca juga: Penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata dipantau ketat

Dalam konteks kehidupan keluarga, low touch economy juga memungkinkan asisten rumah tangga via aplikasi guna membantu secara virtual kepada para orang tua yang sedang menjalankan aktivitas atau bekerja di rumah.

Sedangkan dalam konteks sosial, low touch economy dapat terlihat dari sektor bisnis restoran dan jasa yang menerapkan protokol jaga jarak secara ketat, serta konser virtual yang kemungkinan dapat menggantikan konser konvensional.

Baca juga: Presiden: Jangan paksakan normal baru bila data tidak mendukung

Pewarta : Aji Cakti
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar