Tujuh ruangan terbakar, PPDB SMAN 100 terhenti

id Kebakaran Jaktim, SMAN 100 Jaktim, PPDB

Tujuh ruangan terbakar, PPDB SMAN 100 terhenti

Petugas Damkar Jaktim memadamkan sisa api yang membakar tujuh ruang kelas di SMAN 100 Jatinegara, Rabu (1/7/2020). Akibat kejadian itu, aktivitas penerimaan siswa baru terhenti. (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) - Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri 100 Jatinegara, Jakarta Timur, terhenti karena tujuh ruangan di lantai dua sekolah itu, terbakar, Rabu siang.

"Ketika saya lagi urus pendaftaran dan pemulangan buku belajar, saat itu muncul api, api sudah besar di lantai dua," kata salah satu orang tua siswa, Subahi (45), di lokasi kejadian.

Sejumlah orang tua siswa yang sedang mengurus berkas administrasi pendaftaran di lantai bawah panik hingga menunda pendaftaran sekolah.

Sejumlah pegawai sekolah dan warga sekitar sempat berniat memadamkan api, namun tidak menemukan alat pemadam api ringan (Apar) di sekolah tersebut.

Baca juga: Akibat puntung rokok, rumah di Duren Sawit terbakar

"Mau ikut memadamkan juga, tapi susah, tapi tidak ada alat pemadaman di sekolah. Bingung juga sih," katanya.

Akibat kejadian itu, pihak sekolah terpaksa menunda proses penerimaan peserta didik baru.

Peristiwa kebakaran ruang sekolah yang beralamat di Jalan Basuki Rahmat itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.58 WIB.

Proses pemadaman api melibatkan sembilan unit armada pompa dari petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.

"Ada tujuh ruangan yang terbakar di lantai dua. Dugaan sementara korsleting arus listrik pendingin ruangan," kata Kasi Operasional Damkar Jaktim Gatot Sulaeman.

Baca juga: Rumah terbakar di Cibubur akibat ulah warga bakar sampah

Api dengan cepat membakar tujuh ruang kelas karena di dalamnya terdapat sejumlah cairan kimia yang mudah terbakar.

Selain itu, salah satu ruangan yang terbakar dilaporkan menyimpan sejumlah buku pelajaran siswa.

Ruangan yang terbakar terdiri atas empat ruang kelas, ruang bimbingan konseling, ruang laboratorium serta ruang wakil kepala sekolah.

"Api membesar dari ruang guru, merambat ke plafon yang bersebelahan dengan ruang laboratorium yang terdapat bahan kimia kemudian membesar di lantai dua," kata Gatot.

Tidak dilaporkan ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan seluas 300 meter persegi itu.

Baca juga: Arus pendek mesin mobil picu kebakaran tiga bangunan di Cakung

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar