Penyaluran dana pembiayaan rumah semester I 2020 capai Rp7,36 triliun

id kementerian pupr,flpp,semester pertama

Penyaluran dana pembiayaan rumah semester I 2020 capai Rp7,36 triliun

Ilustrasi - Deretan perumahan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/pd.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) mengungkapkan penyaluran dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) telah mencapai Rp7,36 triliun pada semester pertama 2020.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menilai kebutuhan rumah yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga dalam kondisi saat ini ketika COVID-19, tanah tidak berpengaruh signifikan.

“Realisasi perumahan subsidi masih berlanjut dan minat masyarakat juga tidak berkurang,” kata Arief di Jakarta, Kamis.

PPDPP sebagai lembaga yang mengelola dan menyalurkan dana pembiayaan perumahan per 30 Juni 2020 tercatat telah menyalurkan dana ini sebesarRp7,36 triliun untuk 72.760 unit rumah.

Dengan demikian realisasinya tercatat dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 102.500 unit untuk Rp11 triliun sudah tercapai sebesar 70,99 persen. Terhitung dari tahun 2010 hingga 2020, PPDPP telah menyalurkan dana FLPP sebanyak Rp51,73 triliun untuk 728.362 unit rumah.

Hal ini terlihat juga dari minat masyarakat dalam mengakses aplikasi Sistem Informasi Perumahan Subsidi alias SiKasep. Tercatat per 2 Juli 2020 pukul 12.00 WIB sebanyak 181.008 calon debitur telah mengakses aplikasi ini, dengan 72.010 calon debitur dinyatakan lolos subsidi checking, 10.534 calon debitur sedang dalam proses verifikasi bank dan 2.161 calon debitur mengajukan dana FLPP ke PPDPP. Sedangkan per Kamis (2/7) telah tercatat 74.885 debitur yang telah menerima dana FLPP.

Seiring dengan peningkatan layanan aplikasi SiKasep juga sudah mencatatkan proses calon debitur untuk pembiayaan rumah subsidi lainnya, yaitu subsidi selisih bunga (SSB) dan BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan).

Tercatat untuk SSB, sebanyak 4.929 calon debitur sudah masuk dalam proses verifikasi bank pelaksana dan 3.414 dalam proses pengajuan dana ke Ditjen Pembiayaan Infrastruktur. Sedangkan BP2BT masih terdapat dua calon debitur yang berada dalam proses verifikasi bank pelaksana.

Baca juga: BNI Syariah mulai pasarkan KPR Subsidi FLPP Sejahtera Syariah
Baca juga: Kementerian PUPR: Penyaluran FLPP capai Rp7,11 triliun per 26 Juni
Baca juga: Kementerian PUPR catat 68.785 debitur menerima dana FLPP per 24 Juni

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar