Kasus positif COVID-19 sembuh di Sumsel bertambah 74 orang

id COVID-19 sumsel, corona sumsel, data kasus baru corona sumsel, COVID-19 palembang, kasus sembuh sumsel, kasus meninggal sumsel, gugus tugas sumsel, zo

Kasus positif COVID-19 sembuh di Sumsel bertambah 74 orang

Pelaku Usaha Kecil Menengah memproduksi pelindung wajah atau dikenal dengan face shield di rumah usahanya di Lemabang Palembang,Sumsel, Senin (22/6/2020). (ANTARA/Fenny Sely/20)

Palembang (ANTARA) - Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sumatera Selatan yang dinyatakan sembuh bertambah 74 orang sehingga totalnya telah mencapai 2.398 orang pada pembaruan terakhir 10 Agustus 2020.

Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Yusri, Selasa, mengatakan penambahan 74 kasus sembuh paling banyak berasal dari Kota Palembang (44 orang), Muara Enim (22 orang), Banyuasin (tiga orang), serta OKI, Lahat dan Empat Lawang masing-masing satu orang.

"Kasus sembuh terus meningkat dan bahkan rasionya mencapai 64,58 persen saat ini, tentu kita berharap angka kesembuhan akan terus naik," ujarnya.

Rasio kesembuhan di Sumsel hampir menyamai rerata kasus sembuh secara nasional yakni 64,7 persen, menurut dia peningkatan angka sembuh tidak terlepas dari tren kasus baru yang melambat dalam dua pekan terakhir, yakni dari 575 kasus (14 Juli - 27 Juli) menjadi 438 kasus (28 Juli - 10 Agustus).

Sementara kasus positif terbaru pada 10 Agustus hanya bertambah 19 orang, yakni dari Kota Palembang (tujuh kasus), Lubuklinggau (empat kasus), Prabumulih (tiga kasus), OKI (dua), Muratara (dua), dan luar wilayah Sumsel (satu).

Baca juga: Prabumulih gantikan Palembang jadi zona merah COVID-19 di Sumsel

Baca juga: Dinkes Palembang alihkan penanganan kasus ke sejumlah rumah sakit


Total kasus positif COVID-19 menjadi 3.713 orang, kata dia, sebanyak 1.115 orang di antaranya masih dalam penanganan, yakni 667 orang isolasi mandiri dan 448 orang dirawat di berbagai rumah sakit.

Namun sayangnya angka kematian akibat COVID-19 di Sumsel sudah mencapai 200 orang atau rasionya tercatat 5,39 persen, lebih tinggi dari rerata kematian secara nasional di 4,5 persen.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat tetap mewaspadai penularan COVID-19, terutama yang memiliki penyakit bawaan ketika berada dalam keramaian.

Sebab ia menilai sebagian masyarakat sudah tidak peduli dengan protokol kesehatan dan hal itu membahayakan orang lain yang masih menjalankan protokol.

"Tetaplah menggunakan masker dimanapun berada, sebab bisa saja orang-orang di sekitar kita itu membawa virus COVID-19 tetapi tidak nampak karena tanpa gejala," tambahnya.

Ia menambahkan saat ini Satgas Penanganan COVID-19 Sumsel juga masih mengawasi 1.592 orang suspek dan 857 orang kontak erat yang harus dicegah menjadi kasus baru.

Baca juga: Warga Sumsel yang tidak pakai masker di tempat umum bakal didenda

Baca juga: Panglima TNI ingatkan Pemerintah Sumsel tetap waspada corona

Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar