Polisi tangkap sopir angkot penganiaya warga di Duren Sawit

id penganiayaan, warga, Duren Sawit, Jaktim

Polisi tangkap sopir angkot penganiaya warga di Duren Sawit

Warga berkerumun di sekitar Jalan Pondok Kelapa Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (20/9/2020), usai peristiwa penganiayaan yang diduga dilakukan seorang sopir angkot kepada warga setempat. (ANTARA/HO-Humas Polrestro Jaktim).

Jakarta (ANTARA) - Polisi menangkap seorang sopir angkutan kota (Angkot) atas tuduhan penganiayaan terhadap warga yang terjadi di Jalan Pondok Kelapa Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (20/9).

"Kejadiannya sekitar jam 10.00 WIB. Korban atas nama Hamzah menderita luka tusuk di bagian paha kanan dan kiri sebanyak enam tusukan dan bagian kepala dipukul pakai benda tumpul," kata Wakapolrestro Jakarta Timur AKBP Steven Tamantuan di Jakarta, Senin.

Baca juga: Korban tewas keributan geng copet Tamansari dianggap senior

Kronologi kejadian berawal saat korban yang berprofesi sebagai 'timer' angkot di dekat Pasar Klender melarang pelaku menarik penumpang.

Larangan itu terjadi akibat cekcok mulut saat korban dengan pelaku berada di tempat terminal bayangan angkot M 29 trayek Klender-Bekasi.

"Menurut keterangan saksi, sopir angkot M 29 dengan plat nomor polisi B 1838 VT awal mulanya cekcok mulut," katanya.

Menurut Steven pada awalnya korban mengeluarkan sebilah pisau namun karena merasa terancam, pelaku lebih dulu menyerang korban.

Baca juga: Polisi periksa 10 saksi terkait penganiayaan di Pesanggrahan

"Pelaku dan korban cekcok masalah uang, korban ditikam dengan pisau di bagian kaki. Ini kesalahpahaman saja, tidak ada kematian. Hanya urusan pribadi tapi viralnya antarormas," katanya.

Selanjutnya korban dibawa ke RS Harum untuk dirawat, sedangkan pelaku ditangkap oleh polisi di daerah Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Pemuda tewas dianiaya sekelompok orang di Kebayoran Lama

"Pelaku sudah dibawa ke Mapolres Jaktim untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," katanya.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar