Kota Sukabumi laporkan kasus pertama kematian akibat COVID-19

id Kasus pertama kematian akibat COVID-19 di Kota Sukabumi ,Penyebaran COVID-19 Kota Sukabumi,Pencegahan COVID-19 Kota Sukabumi,Pandemi COVID-19 ,Berita

Kota Sukabumi laporkan kasus pertama kematian akibat COVID-19

Peta sebaran pasien COVID-19 di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat, (25/9). (Antara/Dok/Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi)

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengkonfirmasi kasus pertama warga Kota Sukabumi yang meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19.

"Pasien yang meninggal dunia ini merupakan wanita berusia lanjut warga Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole. Korban menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD R Syamsudin SH saat menjalani isolasi," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengananan COVID-19 Kota Sukabumi Wahyu Handriana di Sukabumi, Jumat.

Menurutnya, selain positif COVID-19 almarhumah juga mempunyai riwayat penyakit jantung dan lainnya. Dengan kondisi yang sudah lanjut usia, pasien ini tidak bisa bertahan dari serangan virus tersebut apalagi mempunyai komplikasi penyakit penyerta lainnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kota Sukabumi bertambah lima orang

Selain itu, pasien yang menjadi kasus pertama kematian akibat COVID-19 di Kota Sukabumi ini saat tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi lemah dan sempat beberapa kali tidak sadarkan diri. Korban dirawat di ruang isolasi khusus sejak Senin (21/9) dan kondisi kesehatannya terus menurun.

Dari hasil pelacakan ternyata almarhumah tertular COVID-19 dari keluarganya yang tidak bergejala. Pasien ini baru diketahui tertular virus tersebut setelah dilakukan pemeriksaan usap.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi bertambah 26 orang

"Prosesi pengurusan jenazah tentunya dengan menggunakan protokol COVID-19. Dengan adanya warga Kota Sukabumi yang meninggal dunia akibat tertular virus ini harus menjadi perhatian seluruh pihak jangan sampai menyepelekan COVID-19," tambahnya.

Wahyu mengatakan berulang kali agar masyarakat patuh terhadap aturan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin mulai dari menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat.

Baca juga: PMI kirim logistik bantuan untuk korban banjir bandang di Sukabumi

Seperti kasus pertama kematian ini, ternyata tertular dari orang yang tidak bergejala. "Maka dari itu, jangan menganggap remeh keberadaan COVID-19 karena yang menjadi korban tidak hanya diri sendiri, tetapi orang lain dan keluarga yang disayangi," katanya.

Di sisi lain, data terbaru kasus sebaran COVID-19 di Kota Sukabumi pada Jumat (25/9) untuk warga yang terkonfirmasi positif totalnya sebanyak 195 orang, sembuh 170 orang, sedang menjalani isolasi 24 orang dan meninggal dunia satu orang.

Baca juga: Satgas: Waspadai klaster COVID-19 dari lokasi pengungsian bencana

Pada Jumat ini kasus COVID-19 bertambah dua orang yakni seorang pria dewasa asal Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh tidak ada riwayat perjalan keluar kota maupun kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.

Pria ini diketahui tertular COVID-19 setelah menjalani pemeriksaan usap secara mandiri di salah satu laboratorium di Kota Sukabumi.

Kemudian, wanita dewasa asal Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh diketahui terinfeksi virus ini setelah berobat ke RSUD R Syamsudin SH karena merasakan gejala yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan usap dan hasilnya positif.

Baca juga: Ribuan warga Sukabumi jalani pemeriksaan swab massal
 

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar