Polisi gelar patroli di "jalan tikus" perbatasan RI-PNG

id Skouw Wutung,jalan tikus di PNG,jalan tikus,patroli perbatasan

Polisi gelar patroli di

Personel Polsubsektor Skouw Wutung sedang memeriksa pengemudi dan kendaraan roda dua di jalan tikus tak jauh dari PLBN Skouw-Wutung, perbatasan RI-PNG. (ANTARA /HO-Humas Polresta Jayapura Kota)

Jayapura (ANTARA) - Aparat Kepolisian Sub Sektor (Polsubsektor) Skouw Wutung, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, menggelar patroli rutin di jalan tikus atau jalan kecil yang tidak resmi di perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG).

"Kegiatan ini dilakukan guna mencegah keluar masuknya masyarakat dari negara tetangga yakni PNG ke Indonesia karena tidak bisa melalui Pos PLBN yang sementara ini ditutup karena pandemi COVID-19," kata Kapolsubsektor Iptu Kasrun ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Jumat.

Baca juga: Lewat jalur "tikus", 876 TKI ditangkap Satgas Pamtas RI-Malaysia

Ia mengaku rutin melaksanakan patroli ke seputaran Bak Air guna memonitor jalan tikus yang biasa digunakan oleh warga PNG untuk masuk ke Indonesia.

"Jalur tersebut biasa digunakan warga PNG untuk masuk ke Indonesia dengan menggunakan ojek, dimana di lokasi tersebut kami lakukan razia juga terhadap kendaraan roda dua yang melintas diduga merupakan ojek liar di wilayah itu," katanya.

Iptu Kasrun mengatakan pagar untuk ke arah Bak Air di lokasi tersebut juga sudah dalam keadaan rusak berat dan ditemukan pangkalan ojek liar yang biasa digunakan untuk mangkal dan mengangkut penumpang warga PNG.

"Kami imbau kepada ojek liar yang ditemui untuk jangan lagi melakukan pengangkutan penumpang di kawasan tersebut karena merupakan ilegal dan melawan hukum tentunya," katanya.

Baca juga: Satgas Pamtas amankan 53 WNI yang masuk melalui "jalan tikus"

Ia menambahkan bahwa selama pelaksanaan patroli sejak Kamis (24/9) tidak ditemukan hal-hal yang menonjol yang dapat mengganggu kelancaran kamtibmas.

"Kami juga menekankan untuk para ojek liar yang berada ditempat tersebut agar menghentikan kegiatan tersebut dan tidak di ijinkan untuk mangkal atau nongkrong untuk mengangkut penumpang ilegal," katanya.

Baca juga: Polisi amankan delapan mobil masuk Sumbar lewat jalan tikus

Baca juga: Mahfud minta perbatasan dan "jalan tikus" dijaga ketat cegah pemudik

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar