Kemenhub targetkan Teman Bus hadir di 10 kota pada 2021

id teman bus,kemenhub

Kemenhub targetkan Teman Bus hadir di 10 kota pada 2021

Ilustrasi: Unit bus yang dioperasikan dalam program pembelian layanan angkutan perkotaan atau “buy the service” (BTS) dengan nama "Teman Bus" di Bali. ANTARA/HO-Kemenhub/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan program pembelian layanan angkutan perkotaan atau Buy The Service (BTS) yang dinamakan Teman Bus dapat hadir di 10 kota sampai tahun 2021 mendatang.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis mengatakan, program itu sudah diluncurkan di tiga kota yaitu Palembang, Solo dan Bali, dan diharapkan pada Oktober akan hadir juga di kota Yogyakarta dan Medan.

"Sampai tahun 2021, ditargetkan penambahan di lima kota, yakni Makassar, Banjarmasin, Bandung, Surabaya dan Banyumas," katanya.

Baca juga: Layanan angkutan perkotaan BTS Kemenhub resmi hadir di Bali

Kemenhub, lanjut Budi Setiyadi, menetapkan beberapa Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dimiliki dan dilakukan operator agar layanan Teman Bus memiliki kualitas dan pelayanan yang prima, yakni keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan, dan keteraturan.

"Itu menjadi enam kunci utama dalam pelayanan Teman Bus," ucapnya.

Fasilitas Teman Bus, ia menambahkan, dibekali oleh peralatan canggih IoT (Internet of Things) seperti CCTV, reader kartu nontunai, sensor penghitung jumlah penumpang, sensor alarm pada pengemudi untuk mendeteksi jika ada pelanggaran pada pengemudi seperti pengemudi mengantuk, merokok, tidak menggunakan seatbelt, dan keluar jalur atau trayek yang kemudian sistem membunyikan alarm dan mengirim informasi ke Command Center secara real time.

Baca juga: Beli layanan, Kemenhub hadirkan Teman Bus di Solo

"Para pengemudi dan staf sudah dilakukan pelatihan khusus dan wajib mengikuti peraturan dan pengecekan berkala terhadap bus, guna menjaga fasilitas dan pelayanan serta waktu headway (jarak antar bus) yang ditentukan yaitu 10 menit, sehingga penumpang tidak menunggu lama di halte dan berdesakan dalam bus," kata Budi Setiyadi.

Di masa pandemi sekarang ini, ia menyampaikan, diterapkan juga protokol kesehatan, yaitu mewajibkan penumpang memakai masker, jaga jarak, menjaga kapasitas kendaraan sebesar 50 persen dan disediakan juga hand sanitizer di dalam Bus.

Baca juga: 'Teman Bus' diharapkan dorong sektor transportasi dan ekonomi di Bali
 

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar