Gempa magnitudo 4,9 guncang Bengkulu tidak berpotensi tsunami

id logo bmkg,gempabumi, gempa bengkulu

Gempa magnitudo 4,9 guncang Bengkulu tidak berpotensi tsunami

Logo BMKG (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa dengan magnitudo 4,9 yang mengguncang Pantai Barat Bengkulu pada pukul 17.43 tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,67 LS dan 102,70 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 33 km Barat Daya Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu pada kedalaman 46 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

Baca juga: BMKG Gowa miliki WRS Newgen untuk mempercepat informasi kebencanaan

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Manna dengan kategori III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu, Bengkulu Utara dan Kepahiang dengan kategori II MMI yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat. Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) pasca gempa utama.

BMKG merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.

Baca juga: BMKG: "Melek" mitigasi harus dibangun sejak dini
Baca juga: BMKG:Boleh dirikan bangunan di pantai rawan bencana asal penuhi syarat
Baca juga: Tak cukup sistem peringatan tsunami, edukasi warga harus berlanjut

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar