Pembangunan kesehatan "pentahelix" diterapkan Babel atasi COVID-19

id covid-19,babel,pembangunan kesehatan,pentahelix

Pembangunan kesehatan

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. ANTARA/Aprionis.

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menerapkan pembangunan kesehatan "pentahelix" dan patuh terhadap protokol kesehatan guna mengatasi serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada masyarakat di daerah itu.

"Kami menilai pembangunan kesehatan pentahelix ini sangat tepat untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan konsep pembangunan kesehatan pentahelix ini terdiri atas unsur pemerintah yang mempunyai "political power" untuk merumuskan sebuah kebijakan melalui keputusan, masyarakat sebagai "social power", akademisi melalui kekuatan "knowledge power" yang menghadirkan ilmu sehingga hidup yang lebih efektif dan efisien, pebisnis atau pengusaha dan yang terakhir media massa yang berpengaruh melancarkan proses pembangunan komunikasi yang direncanakan oleh pemerintah.

“Dengan adanya konsep pembangunan pentahelix dengan lima unsur yaitu, pemerintah, masyarakat, akademisi, pengusaha, dan media massa yang bersatu membangun sinergi dalam pembangunan,“ katanya.

Menurut dia pembangunan kesehatan 20 tahun ke depan telah diamanatkan dalam Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007, tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Bidang Kesehatan. Oleh sebab itu, kekuatan pembangunan suatu negara perlu didukung oleh semua elemen.

"Ini sebagai upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang," katanya.

Ia menambahkan dalam upaya penurunan penyebaran Covid-19, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan bagi masyarakat, perusahaan, dan media untuk berperan dalam pencegah penyebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Saat ini dampak dari virus ini sangat luar biasa antara lain, pemutusan hubungan kerja, tingginya angka pengangguran, tingkat ekonomi menurun secara nasional, serta banyak dampak sosial lainnya," katanya.

Oleh karena itu, dalam menghadapi COVID-19 diharapkan seluruh elemen negara harus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.

"Kami meminta seluruh masyarakat untuk lebih disiplin menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan ini, agar virus corona ini cepat berlalu di negeri serumpun sebalai ini," demikian Erzaldi Rosman Djohan.

Baca juga: Pemda diminta kolaborasi pentahelix tangani COVID-19

Baca juga: Bangka Belitung canangkan tes usap COVID-19 di lapas narkotika

Baca juga: Pemprov Babel wajibkan ASN laporkan riwayat kesehatan

Pewarta : Aprionis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar