OJK: Merger bank syariah Himbara bakal dongkrak pangsa pasar

id merger bank syariah,ojk,himbara

OJK: Merger bank syariah Himbara bakal dongkrak pangsa pasar

Ilustrasi: Seorang nasabah menunggu di ruang tunggu Bank Syariah Mandiri, Jakarta, Rabu. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.

Solo (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan merger atau penggabungan Himpunan Bank Negara (Himbara) yang bergerak di sektor syariah bisa meningkatkan pangsa pasar.

"Adanya merger, akan ada bank syariah besar di Indonesia. Pemerintah juga komitmen menambah modal sehingga menjadi BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) IV," kata Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di Solo, Minggu.

Dengan demikian, kata dia, diharapkan pangsa pasar perbankan syariah di dalam negeri bisa terus meningkat secara signifikan. Ia mengatakan hingga saat ini OJK mencatat pangsa pasar perbankan syariah di dalam negeri masih di kisaran 6 persen.

Baca juga: Wapres: Merger bank syariah diharapkan jadi jangkar ekonomi syariah

"Tahun lalu juga berkisar itu, peningkatannya hanya tipis karena memang awalnya kecil. Walaupun meningkatnya kecil tetapi kan konvensional juga ikut naik," katanya.

Ia berharap dengan adanya merger tersebut paling tidak pangsa pasar bank syariah bisa mencapai angka 10 persen.

Sementara itu mengenai inklusi dan literasi keuangan syariah di Provinsi Jawa Tengah, kata dia, sejauh ini masih fluktuatif. Terakhir pada tahun 2019 OJK mencatat indeks literasi keuangan syariah Provinsi Jawa Tengah sebesar 11,78 persen atau meningkat jika dibandingkan tahun 2016 sebesar 11,2 persen.

Baca juga: Erick Thohir ungkap tujuan dan harapan dari merger 3 bank BUMN syariah

Meski demikian untuk indeks inklusi keuangan syariah justru mengalami penurunan, yaitu jika pada tahun 2016 indeks inklusi keuangan syariah di Jawa Tengah sebesar 13,8 persen untuk tahun 2019 turun menjadi 12,57 persen.

Mengenai rencana merger, Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Soloraya Dody Rukadi mengatakan upaya tersebut memungkinkan bank syariah melakukan ekspansi pasar yang lebih luas lagi.

"Kalau untuk segmentasi pasar yang menjadi prioritas masih disusun, kalau saat ini yang paling besar masih di bidang pengolahan dan perdagangan," katanya.

Baca juga: BRI Syariah resmi jadi entitas penerima penggabungan bank BUMN syariah

Pewarta : Aris Wasita
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar