Menlu China yakin hubungannya dengan AS akan normal lagi

id Menlu Wang Yi, Menlu China,hubungan China-AS, sengketa China-AS

Menlu China yakin hubungannya dengan AS akan normal lagi

Dokumentasi - Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara saat menjadi tuan rumah makan siang dengan rekan-rekannya dari lima anggota tetap yang memegang hak veto Dewan Keamanan AS di New York, AS, (26/9/2019). ANTARA/REUTERS/Yana Paskova/aa.

Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi merasa yakin hubungan negaranya dengan Amerika Serikat akan normal seperti sedia kala.

"Kami sangat berharap dan yakin kebijakan AS terkait China cepat atau lambat akan kembali ke arah yang objektif dan rasional," katanya saat berbicara dalam Konferensi Dewan Bisnis AS-China melalui sambungan video, Senin.

Oleh sebab itu, dia mendorong semua pihak, mulai dari peneliti, perwakilan bisnis dan industri untuk meningkatkan dialog dan komunikasi dalam memajukan hubungan bileral China-AS.

"China dan AS seharusnya melakukan dialog di semua tingkatan karena sesungguhnya setiap persoalan bisa didiskusikan, apakah menyangkut hal yang sifatnya strategis, komprehensif atau spesifik," ujarnya.

Baca juga: Presiden China Xi sampaikan selamat kepada Biden
Baca juga: Pejabat kabinet Amerika Serikat tunda perjalanan ke Taiwan


Menurut dia, China selalu membuka pintu dialog kapan saja agar kedua negara bisa bekerja bersama memformulasikan peta jalan untuk menjaga dan mengembangkan hubungan diplomatik.

Wang menjelaskan alasan mendasar kenapa hubungan China-AS menghadapi situasi paling buruk sejak keduanya menjalin hubungan diplomatik, karena beberapa orang di AS masih punya mental Perang Dingin yang sudah ketinggalan zaman dengan menganggap China sebagai lawan atau bahkan musuh utamanya.

Menurut dia, tujuan fundamental pembangunan China adalah untuk memberikan kehidupan yang lebih baik kepada rakyatnya dan hal itu bisa dicapai melalui kerja sama dengan negara lain.

Menlu Wang mengusulkan lima hal terkait hubungan China-AS, antara lain mengevaluasi hubungan bilateral, meningkatkan dialog dan komunikasi, memperluas visi yang saling menguntungkan, mengatasi perbedaan dengan menghindari konfrontasi ideologis, dan meningkatkan serapan aspirasi publik.

Tugas paling mendesak saat ini adalah memerangi pandemi COVID-19 dan China bersedia untuk terus memberikan bantuan kepada AS dengan berbagi pengalaman antiepidemi dan menyediakan pasokan medis serta mengembangkan vaksin, demikian Wang.

Dia juga menekankan bahwa kerja sama perdagangan dan bisnis masih berfungsi sebagai faktor penting dalam mendorong hubungan bilateral.

China dan AS harus saling mendukung dan mendorong badan legislatif, masyarakat lokal, komunitas bisnis, lembaga penelitian, akademisi, media, dan pemuda untuk memperkuat persahabatan kedua negara sehingga bisa saling pengertian. 

Baca juga: China dengan tegas menentang sanksi AS terhadap para pejabatnya
Baca juga: AS kembali batasi pemberian visa untuk anggota Partai Komunis China

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar