Pemerintah pastikan stimulus keringanan listrik terus berlanjut

id KPCPEN,Subsidi listrik

Pemerintah pastikan stimulus keringanan listrik terus berlanjut

Petugas memeriksa meteran listrik di Rumah Susun Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (4/5/2020). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan bahwa subsidi listrik hanya diberikan kepada masyarakat golongan rumah tangga miskin dan rentan miskin yaitu pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA yang tidak mampu, adapun pelanggan 900 VA yang mampu dan pelanggan 1.300 VA tidak mendapat stimulus listrik. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memastikan subsidi listrik untuk masyarakat tetap akan berlanjut pada 2021 sebagai bagian dari usaha pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Subsidi biaya listrik tetap akan berlaku sesuai dengan sistem yang sudah berlaku sebelumnya," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Ia menyampaikan, pelanggan dengan daya 450 VA akan mendapatkan pembebasan biaya penuh alias gratis. Hal ini jadi bukti keberpihakan pemerintah pada masyarakat yang rentan secara ekonomi.

"Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden, kami di KPCPEN yang di dalamnya juga ada Pak Menko Airlangga Hartarto dan Ibu Sri Mulyani, sebagai Menkeu baru-baru ini melakukan rapat dengan Menteri ESDM agar PLN terus memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Erick yang juga Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Erick pun menjelaskan subsidi biaya listrik juga mengacu kepada pelanggan dengan daya 900 VA. Perpanjangan subsidi ini berlaku pada Januari hingga Maret 2021.

Kemudian akan dilihat kembali kemungkinan untuk terus memperpanjang subsidi sesuai dengan kondisi masyarakat yang terdampak.

"Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang waktu pemberian bantuan keringanan biaya listrik PLN berupa diskon 100 persen atau gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA serta diskon 50 persen untuk pelanggan rumah tangga daya 900 VA selama tig bulan ke depan, sampai bulan Maret 2021," jelas Erick.

Selain itu, pemerintah juga memastikan seluruh perangkat pengaman sosial tetap akan berlangsung. Semua demi memastikan penanganan COVID-19 dilakukan secara komprehensif antara pemulihan kesehatan dan ekonomi.

"Pemerintah akan melanjutkan program stimulus pada tahun 2021 untuk pemulihan ekonomi dan penanganan COVID-19 termasuk diantaranya untuk pengadaan vaksin, bansos tunai, subsidi bunga, pembiayaan UMKM serta ketahanan pangan," kata Erick.

Baca juga: Erick: "Smart grid" PLN jadi kunci subsidi tepat sasaran

Baca juga: Pemerintah perluas subsidi listrik hingga Rp3 triliun ke sosial-bisnis

Baca juga: Kementerian ESDM pastikan subsidi listrik tepat sasaran melalui Peduli

 

Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar