Keluarga penerima manfaat bersyukur PKH cair tepat waktu

id Bansos,PKH

Keluarga penerima manfaat bersyukur PKH cair tepat waktu

Menteri sosial Tri Rismaharini didampingi Bupati Mojokerto Pungkasiadi (dua kanan) dan Kapolres Mojokerto AKBP Donny Alexander melakukan kunjungan ke Sumberglagah, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (2/1/2021). ANTARA/Indra Setiawan/aa.

Jakarta (ANTARA) - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) bersyukur bantuan tunai yang disalurkan pemerintah tepat waktu sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan sekolah dimasa pandemi.

Seperti yang diungkapkan Irmi Yusnita (43) yang tinggal dia Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, ia menyambut gembira penyaluran tersebut.

"Mudah-mudahan penyalurannya sampai ke masyarakat bisa berjalan lancar dan COVID-19 cepat selesai supaya saya bisa berdagang lagi," katanya.

Irmi mengaku sejak pandemi COVID-19 ia sangat menggantungkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari pada bantuan pemerintah. Ia bersyukur mendapat PKH dan Program Sembako.

"Alhamdulillah kehidupan kami terbantu dengan adanya dua bantuan ini. Tiap bulan bisa beli beras dengan Kartu Sembako. Tiap tiga bulan bisa beli kebutuhan sekolah anak-anak dengan uang PKH," katanya.

Irmi mengatakan sebelum pandemi, ia berjualan nasi uduk dan nasi ulam di depan rumah milik saudaranya dimana ia dan keluarga menumpang hidup.

"Sejak ada COVID-19 saya terpaksa tutup. Kalau dulu penghasilan kotor bisa dapat Rp300 ribu- Rp500 ribu per hari, sekarang sulit sekali. Harga cabai, ikan, telur di pasar makin naik. Kalau saya naikkan harga nasi bungkus ya tidak ada yang beli," tuturnya.

Baca juga: Kemensos pastikan program BPNT dan BST berlanjut di 2021

Baca juga: Menko PMK: Beras PKH untuk bantu warga saat pandemi COVID-19


KPM PKH dari Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Siti Soliyah (45) mengaku senang bantuan tersebut cair bertepatan dengan dimulainya kembali sekolah.

Kendati sekolah berlangsung daring dan sudah ada bantuan pulsa dari pemerintah, namun uang PKH tetap diperlukan untuk membeli kebutuhan pangan sehari-hari.

"Namanya anak-anak makannya pasti banyak. Uang PKH bisa untuk beli beras, telur atau ikan. Biar kami kondisinya pas-pasan, tapi gizi anak-anak harus diperhatikan," kata ibu tiga anak ini.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meluncurkan bantuan tunai PKH di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1).

Pemerintah melalui APBN 2021 telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp110 triliun untuk tiga jenis bantuan yakni PKH, Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Untuk diketahui PKH disalurkan dalam empat tahap yaitu pada Januari, April, Juli, Oktober bagi 10 juta KPM melalui Himpunan Bank Negara (HIMBARA) untuk peningkatan kesehatan keluarga, peningkatan pendidikan anak, dan mengurangi beban keluarga.

Sedangkan Program Sembako besarnya Rp200 ribu per bulan per KK untuk sebanyak 20 juta KPM, dan terakhir adalah BST sebesar Rp300 ribu per bulan per KK yang disalurkan selama empat bulan yaitu sejak Januari hingga April melalui PT Pos Indonesia.

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan, terhitung sejak Presiden meluncurkan bantuan tunai secara serentak 4 Januari 2021 maka PKH sudah dapat dicairkan di seluruh Indonesia.

"Akhir tahun 2020 seluruh tim di Kemensos all out masuk kerja untuk menyiapkan pencairan bantuan tunai dan saya mengapresiasi kerja keras dan kerja tuntas mereka sehingga di awal tahun 2021 PKH sudah dimanfaatkan masyarakat," ujar Risma.

Baca juga: Pemerintah akan integrasikan program bansos di berbagai kementerian

Baca juga: Bansos PKH dan manfaat bagi masyarakat kecil

 

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar