Gempa Sulbar, PMI kerahkan relawan dari Palu, Makassar

id gempa Sulbar,gempa Majene,gempa Mamuju,PMI,Jusuf Kalla,BMKG,gempa bumi,tsunami

Gempa Sulbar, PMI kerahkan relawan dari Palu, Makassar

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memberikan pernyataan terkait penanganan darurat gempa Sulawesi Barat di Jakarta, Jumat (15/1/2021). ANTARA/Tim Media JK.

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan relawan dari Palu dan Makassar untuk membantu penanganan darurat pascabencana alam gempa bumi yang melanda beberapa wilayah di Sulawesi Barat, kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat.

"PMI sudah bergerak dari Makassar dan dari Palu untuk membantu masyarakat di sana, untuk mendukung semuanya itu," kata JK.

Relawan yang dikirimkan pada tahap awal tersebut terdiri atas dua personel satuan tugas penanganan bencana (satgana) dari markas PMI Sulawesi Selatan serta 10 dokter dari Universitas Hasanuddin.

Baca juga: BPBD Sulbar sebut sudah 27 orang meninggal akibat gempa bumi

PMI juga telah mendistribusikan bantuan berupa logistik, obat-obatan, family kit, tenda darurat dan perlengkapan untuk ketersediaan air bersih.

"Kita merasa berduka lagi dengan musibah gempa dan banjir di Sulawesi Barat, di Mamuju dan sekitarnya; yang banyak memakan korban, bangunan-bangunan, kantor gubernur juga runtuh. Jadi ini diperlukan upaya kita bersama untuk membantu masyarakat di sana," jelas JK.

Gempa bumi, yang menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berpusat di enam kilometer timur laut Majene itu, terjadi pada Jumat dini hari pukul. 01.28 WIB.

Sejumlah bangunan, termasuk Kantor Gubernur Sulbar, rusak berat. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju, tercatat sedikitnya 27 orang meninggal.

BMKG Wilayah IV Makassar mencatat rangkaian gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat dan sekitarnya sejak Kamis (14/1) pukul 23.00 WITA. BMKG juga mengimbau masyarakat di Sulawesi Barat untuk waspada akan perkiraan gempa susulan dan potensi tsunami di daerah tersebut.

"Kemungkinan masih ada potensi gempa susulan yang bisa mencapai kekuatan seperti yang sudah terjadi atau lebih. Kami imbau masyarakat di daerah terdampak tidak hanya menjauhi bangunan yang rentan atau gedung-gedung, tetapi juga masyarakat di wilayah pantai dan merasakan guncangan gempa lagi, segera menjauhi pantai. Tidak perlu menunggu peringatan dini," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Gempa Majene Sulbar adalah gempa berulang, sebut BMKG
Baca juga: Basarnas berangkatkan tim bantu evakuasi korban gempa Sulbar


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar