Pasien COVID-19 yang sembuh di Sulteng bertambah menjadi 6.444 orang

id Sulteng,Sulbar,Sandi,Palu,Corona

Pasien COVID-19 yang sembuh di Sulteng bertambah menjadi 6.444 orang

Petugas menunjukkan contoh kartu tanda penerima vaksin COVID-19 Sinovac saat pelaksanaan simulasi di Puskesmas Kawatuna di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (13/1/2021). ANTARA/Mohamad Hamzah/aww.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming menyatakan pasien COVID-19 yang sembuh di Sulteng bertambah menjadi 6.444 orang.

"Hari ini 37pasien COVID-19 dinyatakan sembuh sehingga secara kumulatif total pasien COVID-19 yang sembuh di Sulteng menjadi 6.444 orang," katanya di Kota Palu, Jumat malam.

Ia menerangkan 37 orang tersebut berada di sejumlah kabupaten dan kota, antara lain 22 orang di Kabupaten Tolitoli, 10 orang di Sigi, empat orang di Morowali dan satu orang di Kota Palu.

Baca juga: Rektor IAIN Palu : Vaksinasi bangun optimisme bebas dari COVID-19

Mereka yang sudah sembuh, lanjutnya, telah diizinkan pulang namun harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 agar tidak kembali terpapar.

"Sementara itu 35 orang terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini, antara lain 25 orang di Palu, delapan orang di Morowali, satu orang di Donggala dan satu orang di Banggai. Secara kumulatif total pasien terkonfirmasi COVID-19 sampai saat ini berjumlah 9.132 orang,"ujarnya.

Haris menyebut satu pasien COVID-19 di Palu dinyatakan meninggal dunia hari ini sehingga total pasien COVID-19 yang meninggal dunia sampai saat ini berjumlah 222 orang.

"Sebanyak 2.466 pasien COVID-19 saat ini menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat. Mari kita doakan agar mereka semua dapat sembuh," katanya.

Baca juga: RSUD Undata mulai layani donor plasma konvalesen untuk pasien COVID-19

Ia meminta masyarakat mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Selain itu, warga harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19.

"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," katanya.

Baca juga: Memaksimalkan pangan lokal sebagai solusi hadapi pandemi


Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar