Bupati Banyumas bantah tolak SKB 3 Menteri terkait seragam sekolah

id bupati banyumas,skb 3 menteri

Bupati Banyumas bantah tolak SKB 3 Menteri terkait seragam sekolah

Bupati Banyumas Achmad Husein menyampaikan protes atas pemberitaan salah satu media daring yang menyatakan bahwa dirinya menolak SKB 3 Menteri terkait dengan seragam sekolah. ANTARA/Sumarwoto.

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Achmad Husein membantah jika dirinya menolak Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait dengan pakaian seragam dan atribut sekolah.

"Berita ini menyebutkan bahwa mantan Wali Kota Padang, Pak Fauzi Bahar mengatakan ada kepala daerah yang menolak SKB 3 Menteri, termasuk di sini adalah Bupati Banyumas. Itu tidak benar, hoaks itu," katanya sembari menunjukkan berita salah satu media daring kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu siang.

Ia mengatakan Bupati Banyumas selamanya akan patuh dan akan memedomani peraturan apapun yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Dengan demikian, kata dia, berita yang disajikan dalam media daring tersebut adalah hoaks.

Baca juga: Pengamat: SKB 3 Menteri wujud toleransi antaragama di sekolah

Baca juga: Negara penjamin kebebasan beragama dalam utopia masyarakat Indonesia


"Saya kecewa, protes. Salah itu," katanya sembari meminta wartawan media daring tersebut untuk menyampaikan permasalahan itu kepada pimpinan redaksi-nya.

Bupati mengatakan yang dia sampaikan bukan menolak SKB 3 Menteri, tetapi saat ekonomi sedang susah, jangan mewajibkan pungutan apapun kepada orang tua terutama yang anaknya bersekolah di sekolah negeri.

"Termasuk juga seragam. 'Wong' itu sekolah di rumah (pembelajaran jarak jauh, red.) kok pakai seragam, enggak usah (pakai seragam). Nanti kalau sudah tatap muka, baru silakan wajib pakai seragam," ucap-nya menegaskan.

Bahkan, kata dia, untuk orang-orang yang tidak mampu, pihaknya akan menanggung kebutuhan seragam sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.

"Tetapi yang lain-lain, SKB 3 Menteri itu saya patuhi, dijalankan, tidak ada masalah. Kita wajib patuh kepada pimpinan pusat," ujarnya.

Dalam pemberitaan media daring itu disebutkan bahwa Wali Kota Padang periode 2004-2014 Fauzi Bahar menyerukan kepala daerah agar berani menolak SKB 3 Menteri terkait penerapan aturan berpakaian di sekolah karena SKB tersebut menghilangkan keberagaman kearifan lokal yang ada di Indonesia.

Fauzi mengapresiasi kepala daerah Banyumas, Ciamis dan Pariaman yang tegas menolak penerapan SKB 3 Menteri.

Baca juga: Kemendikbud: Guru tak boleh paksa anak gunakan atribut agama

Baca juga: Kemendikbud: SKB 3 Menteri terkait seragam hanya untuk sekolah negeri

Pewarta : Sumarwoto
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar