Malaysia gunakan aplikasi untuk pendaftaran vaksinasi COVID-19

id Malaysia,Vaksinasi Aplikasi MySejahetara

Malaysia gunakan aplikasi untuk pendaftaran vaksinasi COVID-19

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yasin menerima suntikan vaksin COVID-19. ANTARA Foto/Jabatan Penerangan Malaysia. ANTARA/Penerangan Malaysia.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementrian Sains Teknologi dan Inovasi Malaysia mengumumkan pendaftaran vaksinasi COVID-19 menggunakan aplikasi MySejahtera dengan platform iOS, Android ataupun Huawei.

"Pada awalnya heboh di media sosial menyatakan bahwa hanya pengguna Apple saja bisa mendaftar. Sebenarnya ini tidak benar," ujar Menteri Sains Teknologi dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin di Putrajaya, Rabu.

Dia mengatakan pihaknya telah memperbarui aplikasi MySejahtera untuk semua sistem operasi (OS) tetapi platform-platform ini mengambil waktu yang berbeda-beda untuk mengubah yang telah dibuat pada platform masing-masing.

"Hingga jam 14.45 petang sebanyak 465.081 pendaftar telah diterima," katanya.

Khairy mengatakan waktu dan tanggal untuk menerima vaksin masih mengikuti fase yang telah ditetapkan sebelumnya yakni fase dua bagi warga usia 60 tahun ke atas dan individu berisiko tinggi dan fase tiga penduduk Malaysia berusia 18 tahun ke atas.

"Panggilan akan diberikan secara bertahap selaras dengan fasa vaksinasi yang telah disampaikan kepada individu terkait," katanya.

Sedangkan keutamaan pemberian vaksin pada fasa tiga adalah berdasarkan zona lokasi tempat tinggal baik merah, kuning atau hijau sebagaimana yang telah dinyatakan dalam Buku Panduan Program Imunisasi Kebangsaan COVID-19.

"Selain MySejahtera, pendaftaran melalui laman vaksincovid.gov.my dan hotline akan dimulai pada 5 Maret depan. Pada masa yang sama, pendaftaran secara manual juga akan diperkenalkan di klinik kesehatan dan rumah sakit pemerintah," katanya.
Baca juga: Muhyiddin: Malaysia laksanakan imunisasi tiga fase
Baca juga: Vaksin Pfizer tiba di Malaysia 21 Februari 2021


 

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Suharto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar