Gubernur: vaksin jadi syarat pembukaan pariwisata Kepri

id vaksinasi covid-19 di kepri, pariwisata kepri

Gubernur: vaksin jadi syarat pembukaan pariwisata Kepri

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat berkunjung ke Nongsa, Kota Batam Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. (ANTARA/ Naim)

Batam (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyatakan vaksin COVID-19 harus menjadi syarat pembukaan perbatasan untuk pariwisata di provinsi yang berhadapan dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam itu.

"Vaksin harus menjadi syarat, karena itu juga membuat masyarakat kita 'convident', itu referensi," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Batam, Rabu.

Pemerintah musti menjamin dan meyakinkan, bahwa pelancong yang datang ke Kepri bebas dari COVID-19. Sejalan dengan itu, masyarakat setempat juga aman dari paparan Virus Corona.

"Maka interaksi ke masyarakat harus kita hindari dulu," kata dia.

Namun, lanjut Gubernur, yang paling penting saat ini adalah menurunkan angka penularan COVID-19 di Kepri. Setelah itu berlaku, maka beberapa kawasan wisata yang tidak memiliki keterikatan dengan masyarakat bisa dapat dibuka.

"Beberapa titik dulu, kawasan wisata yang tidak berafiliasi langsung dengan masyarakat. Nanti kita sepakati. Tapi menurut saya, kalau di Batam di Kawasan Nongsa, kemudian Bintan Resort," kata dia.

Tentu saja, kata dia, protokol kesehatan harus diterapkan dengan baik.

Ia berharap akhir Maret atau awal April perbatasan sudah bisa dibuka untuk kawasan wisata yang jauh dari lingkungan masyarakat.

"Karena mereka (destinasi wisata) masing-masing usaha sudah membahas. Konsepnya saya lihat sudah bagus, mereka sudah buat 'time line'-nya juga. Tinggal dari internal pemerintah," kata dia.

Pemerintah daerah akan berbicara dengan pihak terkait untuk memberikan pengecualian bagi wisatawan mancanegara berkunjung dengan syarat-syarat tertentu.

"Mereka yang datang, dari Singapura umpamanya, yang sudah divaksin bisa menunjukkan kartu sudah vaksinnya, PCR-nya. Mungkin mereka tidak perlu dikarantina 14 hari dulu," kata dia.

Menurut dia, aturan karantina itu menjadi penting dalam wisata.

"Mungkin tiga-empat hari selesai (berlibur) mereka bisa pulang. Kalau harus dikarantina dulu 14 hari baru mereka bisa berwisata 14 hari rasanya tidak mungkin," kata dia.

Baca juga: Kawasan wisata di Kepri cocok terapkan "travel bubble" Singapura

Baca juga: Kemenpar minta Kepri bersiap sambut wisnus

Baca juga: Kepri siapkan 226 kegiatan dalam kalender pariwisata 2021


 

Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar