Pemilihan ketua umum PB ISSI cuma diikuti satu bakal calon

id Munaslub PB ISSI,pemilihan ketum PB ISSI,Raja Sapta Oktohari

Pemilihan ketua umum PB ISSI cuma diikuti satu bakal calon

Steering Committee Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) Jadi Rajagukguk (ANTARA Kepri/Messa Haris/)

Jakarta (ANTARA) - Steering Committee Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia (PB ISSI) Jadi Rajagukguk mengatakan hanya ada satu bakal calon yang mengikuti pemilihan ketua umum periode 2021-2025.

Munaslub yang awalnya berlangsung 12-13 Maret itu diundur menjadi 2-3 April mendatang di Jakarta. Alasannya, PB ISSI ingin merapikan urusan organisasi yang saat masih dipimpin Ketua Umum Raja Sapta Oktohari.

Kendati mundur, pendaftaran bakal calon ketua umum PB ISSI telah ditutup.

“Pendaftaran sudah ditutup. Calonnya sudah ada. Yang mendaftar cuma satu,” kata Jadi di Jakarta, Rabu.

Namun Jadi enggan menyebutkan nama bakal calon yang dimaksud karena tim penjaringan dan verifikasilah yang berhak mengumumkannya dalam rapat pleno Munaslub nanti.

Baca juga: PB ISSI gelar munaslub pemilihan ketua umum pada 12 Maret

Jadi juga memastikan bakal calon ini sudah memenuhi persyaratan, yakni mengantongi setidaknya enam surat dukungan dari pengurus provinsi (Pengprov) yang adalah jumlah minimal untuk maju sebagai calon ketua umum PB ISSI.

“Kami sudah menerima surat dukungannya dan nanti tinggal disahkan di dalam rapat pleno,” kata Jadi.

Pendaftaran bakal calon ketua umum PB ISSI telah dibuka sejak 12 Februari dan ditutup 5 Maret 2021.

Setiap bakal calon yang mendaftar sebagai ketua umum harus memenuhi persyaratan sesuai dengan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PB ISSI, salah satunya harus pernah menjabat minimal satu periode sebagai pengurus ISSI provinsi atau pengurus pusat.

Posisi ketua umum PB ISSI kosong setelah Raja Sapta Oktohari yang terpilih dalam Munaslub ISSI Juli 2019, menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pada Oktober 2019 menggantikan Erick Thohir.

PB ISSI pun harus mencari pengganti karena dalam AD/ART KOI, seorang ketua umum dilarang rangkap jabatan.

Baca juga: Kemenpora hanya akui pengurus PB ISSI yang diketuai Raja Sapta

 


Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar