Manajemen Freeport harap semua karyawannya divaksinasi

id Freeport soal vaksinasi COVID-19,aa

Manajemen Freeport harap semua karyawannya divaksinasi

Pekerja tambang berjalan di sebuah tambang bawah tanah (underground mine) milik PT. Freeport Indonesia (PTFI ) di Mimika, Timika, Papua, Sabtu (14/2/2015). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nz/aa.

Timika, Papua (ANTARA) - Manajemen PT Freeport Indonesia mengharapkan seluruh karyawan perusahaan pertambangan itu maupun keluarga mereka yang ada di area kerja di Tembagapura dan Kuala Kencana Mimika Provinsi Papua bisa segera menerima vaksinasi COVID-19.

Vice President Bidang Industrial Relatiions PT Freeport Indonesia Demi Magai di Timika, Kamis, mengatakan pihaknya sudah memesan sekitar sekitar 60.000 dosis vaksin untuk dapat diberikan kepada karyawan termasuk keluarga karyawan yang bermukim di Tembagapura dan Kuala Kencana.

Baca juga: Total kasus positif COVID-19 Kota Sorong naik menjadi 2.835

"Seperti yang disampaikan sebelumnya perusahaan sudah memesan 60.000 vaksin. Kami memandang bahwa program vaksinasi ini sangat penting untuk melindungi karyawan kami dan mereka semua yang memiliki akses di lingkungan perusahaan sehingga kita bisa menekan penularan kasus COVID-19," kata Demi.

Ia mengakui saat ini kasus COVID-19 di area perusahaan PT Freeport baik di kawasan dataran tinggi yaitu Tembagapura dan sekitarnya maupun di kawasan dataran rendah yaitu Kuala Kencana dan sekitarnya cukup meningkat belakangan ini, terutama setelah karyawan kembali dari kegiatan cuti Natal-Tahun Baru di daerah mereka masing-masing.

Baca juga: Gubernur Papua terima penghargaan atas kinerja inovatif selama pandemi

"Dua minggu terakhir memang kasus meningkat. Paling banyak tanpa gejala sehingga mereka harus melakukan isolasi mandiri di barak. Sementara yang dirawat di rumah sakit hanya tujuh orang," jelasnya.

Sejak awal pandemi COVID-19 menyasar wilayah pertambangan PT Freeport di Kabupaten Mimika, sejauh ini belum ada satupun karyawan permanen Freeport yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Baca juga: Positif COVID-19 di Papua bertambah jadi 18.006 orang

"Kalau kasus PHK akibat pandemi COVID-19 khusus untuk karyawan Freeport tidak ada. Kalau karyawan perusahaan subkontraktor, pasti adalah. Tapi mereka kan punya manajemen dan aturan perusahaan tersendiri," jelas Demi.

Saat ini karyawan permanen Freeport tersisa 6.662 orang dari sebelumnya sebanyak 7.000 orang.

Sebagian besar karyawan yang saat ini bekerja di area pertambangan Freeport di Tembagapura, Mimika, Papua merupakan karyawan perusahaan-perusahaan subkontraktor Freeport.

Sesuai laporan Satgas COVID-19 Mimika, hingga Selasa (9/3), kasus kumulatif COVID-19 di wilayah itu sudah mencapai 5.304 kasus, dengan jumlah kasus aktif sebanyak 439, pasien sembuh sebanyak 4.620 orang dan kasus kematian sebanyak 45 orang.

Adapun jumlah warga Mimika yang telah menerima vaksinasi COVID-19 yaitu tenaga kesehatan sebanyak 2.885 orang menerima dosis pertama, tenaga kesehatan yang sudah menerima vaksin hingga dosis kedua sebanyak 2.446 orang dan pelayan publik sebanyak 705 orang telah menerima vaksin dosis pertama.

Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar