Dubes Jepang kenang bantuan Indonesia usai gempa Tohoku 10 tahun lalu

id Jepang, saru dekade gempa jepang,dubes jepang,kanasugi kenji,jusuf kalla,muhammad lutfi

Dubes Jepang kenang bantuan Indonesia usai gempa Tohoku 10 tahun lalu

Tangkapan layar Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji, dalam acara  Reuni dan Silaturahmi Mengenang Satu Dekade Bencana Tohoku 2011 yang diselenggarakan oleh Paguyuban 529 dari Jakarta, Kamis (11/3/2021). ANTARA/Aria Cindyara.

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji, mengenang sejumlah bantuan dan dukungan yang diberikan oleh Indonesia saat bencana gempa bumi melanda daerah Tohoku di Jepang, yang juga memicu kebocoran nuklir di Fukushima.

“Saya sangat terharu sekali karena Indonesia tidak hanya segera memberi dana bantuan kemanusiaan sebesar 2 juta dolar AS (Rp28,6 miliar) dan makanan darurat serta selimut sebanyak 10.000 lembar, tetapi juga tim SAR RI sebanyak 15 orang menggelar operasi bantuan di lapangan,” kata Dubes Kenji dalam acara Reuni dan Silaturahmi Mengenang Satu Dekade Bencana Tohoku 2011 yang diselenggarakan oleh Paguyuban 529 dari Jakarta, Kamis.

Menurut dia, solidaritas dari pihak Indonesia tak hanya terlihat dari bantuan yang diberikan dan dukungan di lapangan di Jepang, namun juga di Indonesia. Bukan hanya di Jalan Thamrin di depan kantor Kedutaan Besar Jepang saja, namun dukungan juga berdatangan dari berbagai daerah lain di Tanah Air seperti Aceh, Bali, Medan, Surabaya, dan Padang.

Baca juga: 10 tahun setelah petaka, tembikar bersenandung Fukushima kembali
Baca juga: 10 tahun setelah Fukushima, Jepang kenang petaka nuklir

“Kelompok mahasiswa yang berbahasa Jepang menyanyikan ‘Wahai sakura mekarlah dengan bangga di seluruh Jepang’, dan memberi semangat kepada masyarakat Jepang,” kata Dubes Kenji yang menambahkan bahwa Jepang dan Indonesia, sebagai sesama negara yang sering tertimpa bencana alam senantiasa saling membantu dan berbagi pelajaran.

Adapun pada bulan Juni di tahun 2011, Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara juga melakukan kunjungan ke Jepang dan mengadakan silaturahmi serta memberi ucapan semangat kepada para korban. Bahkan Ibu Negara sembat memberikan surat dari anak-anak di Aceh, daerah yang juga pernah dilanda bencana gempa bumi dan tsunami, kepada anak-anak yang menjadi korban di Jepang.

“Surat-surat itu memberikan harapan dan keberanian kepada anak-anak yang mengemban masa depan pascarekonstruksi,” tambahnya.

Dia pun menyebut bahwa persahabatan Jepang dan Indonesia pascabencana tersebut semakin berkembang.

“Kita adalah sahabat sejati yang selalu bersama dalam suka dan duka. Mari kita bahu-membahu dan saling menolong,” katanya.

Acara silaturahmi dan reuni dalam rangka peringatan 10 tahun bencana tersebut turut dihadiri oleh Ketua PMI Jusuf Kalla dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji yang memberikan sambutan pembuka.

Selain itu, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang dari tahun 2010 hingga 2013 juga turut menghadiri acara tersebut dan membagikan pengalamannya.

Mengutip laporan Reuters, pada Kamis ini Jepang berduka saat mengenang hampir 20.000 korban gempa bumi dan tsunami besar yang melanda Jepang 10 tahun lalu, yang menghancurkan kota-kota dan memicu kebocoran nuklir di Fukushima.

Gelombang besar yang dipicu oleh gempa berkekuatan 9,0 skala Richter (SR) - salah satu yang terkuat dalam catatan sejarah - menghantam pantai timur laut, melumpuhkan pembangkit listrik Fukushima Dai-ichi dan memaksa lebih dari 160.000 penduduk mengungsi saat radiasi nuklir mengotori udara.

Baca juga: JK soroti sistem siaga bencana saat peringati 10 tahun gempa Jepang
Baca juga: 10 tahun berlalu, Jepang berduka atas korban gempa, bencana Fukushima


Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar