Ketua Dewas BSB: Air bersih bantu korban gempa memenuhi hak dasar

id Dewas BSB, MCK,sarana sanita,Bupati Mamuju Hj Sitti Sutina Suhardi

Ketua Dewas BSB: Air bersih bantu korban gempa memenuhi hak dasar

Tangkapan layar ketua Dewas BSB  Asrorun Ni'am Sholeh dan Bupati Mamuju Hj Sitti Sutinah (atas). ANTARA/Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Ketua Dewan Pengawas Bank Syariah Bukopin (BPB) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan bantuan penyediaan air bersih bagi warga Mamuju yang menjadi korban gempa di Sulawesi Barat bertujuan memenuhi hak dasar masyarakat akan kebutuhan air bersih.

"Insya Allah apa yang telah dilakukan BSB bekerja sama dengan Baitul Maal Muamalat (BBM) membangun sumur bor dan MCK untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan menjadi amal jariyah," kata Asrorun pada peresmian bantuan MCK dan sarana sanitasi untuk Desa Botteng Utara Kabupaten Mamuju, Sulbar secara virtual, Selasa.

Baca juga: Bupati Mamuju salurkan bantuan gempa Rp592 juta

Dia mengatakan, hak dasar akan air bersih itu tidak dapat dipungkiri, karena semua orang membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.

Sementara pada saat kejadian yang di luar kendali manusia, seperti bencana alam gempa, sarana air bersih sulit diperoleh, sehingga kehadiran BSB dan BMM sangat terasa manfaatnya.

Baca juga: Setelah gempa, Desa Kopeang dan Bela Mamuju terisolasi akibat longsor

Menurut Asrorun yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga telah ada fatwa MUI untuk pemanfaatan zakat secara optimal untuk umara' (masyarakat), masjid dan juga untuk memenuhi hak dasar seperti penyediaan air bersih.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Syariah Bukopin (BSB) Dery Januar mengatakan, fasilitas MCK dan sanitasi menjadi kebutuhan utama bagi warga, sehingga pihaknya tergerak untuk membantu pengadaan kebutuhan dasar di Desa Botteng.

Baca juga: Pegadaian Makassar kembali salurkan bantuan untuk korban gempa Sulbar

Sebelumnya warga di Desa Botteng Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju harus berjalan sejauh sekitar dua kilometer untuk mendapatkan air di sungai.

Hal itu diakui salah seorang warga Desa Botteng, Sutiani. Dia mengatakan, untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK) harus menempuh perjalanan sejauh dua km untuk sampai ke sungai.

"Itu pun airnya terbatas pada musim kemarau dan musim hujan airnya keruh. Namun dengan adanya sumur bos dan bantuan sarana MCK, kami tidak perlu jauh lagi mencari air," katanya.

Pada peresmian MCK dan sarana sanitasi secara virtual itu, Bupati Mamuju Hj Sitti Sutinah Suhardi menyampaikan apresiasinya pada pihak BSB dan BMM yang telah meringankan beban warganya untuk mendapatkan air bersih dan sarana MCK.
Tangkapan layar sarana air bersih yang dibangunkan oleh Bank Syariah Bukopin dan Baitul Maal Muamalat bagi warga korban gempa di Desa Botteng Utara.

Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar