Pengamat sebut TNI AL harus antisipasi strategi peperangan kapal selam

id TNI AL, pengamat, Susaningtyas Kertopati, antisipasi variasi, strategi perang, kapal selam,perang kapal selam

Pengamat sebut TNI AL harus antisipasi strategi peperangan kapal selam

Arsip-Prajurit Satuan Komando Pasukan Katak (Sat Kopaska) TNI AL bersiap melakukan infiltrasi ke Pantai Todak Dabo Singkep dari atas Kapal Selam Ardadedali 404 di Perairan Kepulauan Riau, Jumat (24/7/2020). ANTARA/Muhammad Adimaja/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan, bertambahnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut berupa kapal selam Alugoro-405 buatan PT PAL Indonesia menuntut awak kapal selam untuk profesional.

"Dengan teknologi tinggi yang terpasang di kapal selam, maka lembaga pendidikan TNI AL juga harus mengantisipasi berbagai variasi taktik dan strategi peperangan kapal selam dan antikapal selam di masa mendatang," kata Susaningtyas, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, tidak salah juga jika TNI AL memperbanyak "Schollar Warrior" (prajurit yang akademisi).

Kapasitas peperangan yang dimiliki TNI AL, kata dia, sudah saatnya ditingkatkan sesuai era digitalisasi dan Unmanned System.

"Kapal-kapal selam ke depan harus semakin efisien dan banyak memanfaatkan teknologi berbasis Artificial Intelligence. Kapal selam yang baru juga perlu dilengkapi dengan Underwater Unmanned Vessel (UUV) melengkapi Unmanned Sub-Surface Vehicle (USSV) yang juga banyak digunakan," ujar Nuning, sapaan Susaningtyas.

Kapal selam buatan PT PAL yang bekerja sama dengan DSME Korea tersebut sangat cocok beroperasi di laut yang memiliki karakteristik dangkal, dalam, dan salinitas yang tinggi seperti perairan Indonesia.

Persenjataan kapal selam itu, juga dinilai mampu menghadapi teknologi kapal-kapal tempur permukaan dan kapal selam tipe lainnya yang dimiliki negara-negara di kawasan Asia.

"Formasi tempur peperangan kapal selam modern memang menuntut kapasitas kapal selam yang mampu beroperasi dalam kurun waktu yang lama baik secara mandiri maupun secara bersama," kata Nuning.

Namun, dia mengingatkan pentingnya sumber daya manusia (SDM), karena kapal selam membutuhkan SDM yang pandai dan cerdas.

"Tatkala kita bicara alutsista tentu harus satu kesatuan dengan SDM pengawak maupun teknisi," ujarnya.

KRI Alugoro-405 adalah kapal selam terbaru yang masuk ke dalam jajaran armada TNI AL. Sebelumnya telah aktif berdinas KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404.

Ketiga kapal selam TNI AL tersebut adalah hasil kerja sama PT PAL Indonesia dan DSME Korea untuk batch pertama.

Saat ini sedang proses finalisasi batch kedua untuk tiga kapal selam berikutnya, yakni kapal keempat, kelima, dan keenam.

Ketiga kapal selam yang bekerja sama dengan Korea itu melengkapi dua kapal selam sebelumnya, yaitu KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402, sehingga kapal selam yang dimiliki oleh Indonesia sebanyak lima unit.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan, serah terima kapal selam Alugoro merupakan tonggak sejarah pertahanan Indonesia.

"Untuk pertama kalinya Indonesia melalui galangan kapal nasional PT PAL Indonesia (Persero) berhasil ikut serta dalam produksi kapal selam," kata Prabowo saat menerima kapal selam jenis Diesel Electric itu dari PT PAL Indonesia (Persero), Rabu (17/3).
Baca juga: Menhan : Pertahanan Indonesia diperhitungkan dunia
Baca juga: Pangarmatim: kapal selam adalah alutsista strategis

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar