Sederet strategi PGN suplai gas bumi untuk proyek strategis

id Perusahaan Gas Negara,proyek strategis gas nasional,PT PGN,gas bumi

Sederet strategi PGN suplai gas bumi untuk proyek strategis

Fasilitas PT PGN Tbk. ANTARA/HO-PGN

Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen melaksanakan mandat pemerintah untuk mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai core business dalam mendorong kinerja perusahaan dan perekonomian nasional melalui utilitas gas.

"Upaya yang dilakukan di antaranya penyediaan gas bumi yang efisien untuk pembangkit listrik dan kilang Pertamina, proyek pipanisasi gas bumi, pembangunan infrastruktur gas alam cair (LNG), insentif pemanfaatan gas unitilized untuk pelanggan, dan pembangunan jaringan gas rumah tangga yang masif," kata Direktur Utama PGN Suko Hartono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

PGN melaksanakan penugasan Keputusan Menteri ESDM Nomor 91 K Tahun 2020 dan pembangunan infrastruktur serta gasifikasi untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di 52 titik.

Keandalan gas bumi penting untuk operasional pembangkit listrik agar bisa mendorong pemerataan akses listrik nasional yang efisien.

Proyek gasifikasi LNG ke PLTD akan menyediakan energi listrik yang efisien, serta menjadi peluang bagi perseroan untuk memulai pengembangan infrastruktur gas dan perluasan pemanfaatan gas bumi di wilayah tengah dan timur Indonesia.

Tahun ini, PGN menargetkan penyelesaian program gasifikasi di Kilang Balongan, pembangunan LNG receiving di Kilang Cilacap, dan pipanisasi Senipah untuk Kilang Balikpapan.

Baca juga: PGN proyeksikan volume penjualan gas 2021 naik 12 persen

Dalam memenuhi kebutuhan gas di Kilang Balongan, PGN mengintegrasikan penyaluran gas dengan pasokan dari Sumatera Selatan melalui pipanisasi South Sumatera West Java (SSWJ) dan West Java Area (WJA).

Interkoneksi pipa SSWJ-WJA diproyeksikan akan rampung pada semester pertama tahun ini.

"LNG Receiving Terminal Cilacap ditargetkan beroperasi semester II 2022 yang akan memenuhi kebutuhan gas di Refinary Unit IV Cilacap. Infrastruktur ini menjadi entry point pengembangan LNG retail di bagian selatan Jawa Tengah," kata Suko Hartono.

Selain itu, PGN dan Kementerian ESDM juga sedang mengupayakan penambahan pasokan gas ke Pupuk Kujang.

Alokasi gas yang disalurkan meningkat dari sebelumnya hanya sebesar 12 BBTUD menjadi 25 BBTUD pada tahun ini.

“Sistem infrastruktur gas bumi yang terintegrasi mendukung persetujuan alokasi gas multidestinasi untuk fleksibilitas pasokan. Kami berharap bisa meningkatkan keandalan dan jaminan pasokan gas bumi, serta optimalisasi penyerapan demand gas bumi," kata Suko Hartono.

Lebih lanjut, dia menyampaikan utilisasi terminal LGN Teluk Lamong akan mendorong peningkatan kebutuhan energi pasca pandemi.

Pembangunan terminal ini akan menopang pasokan gas jangka panjang di Jawa Timur dan pembukaan pasar ritel di Jawa-Bali melalui teknologi nonpipa.

Keberadaan terminal LNG Teluk Lamong diharapkan bisa mempercepat penggunaan energi ramah lingkungan bagi industri pelayaran.

PGN akan mengoptimalkan penyerapan gas dalam negeri, salah satunya melayani rumah tangga.

Tahun ini, perseroan akan membangun 120.776 jaringan gas sambungan rumah melalui anggaran APBN.

Kemudian, pembangunan jaringan gas mandiri sebanyak 369.224 sambungan rumah secara bertahap.

PGN memproyeksikan volume gas niaga dapat meningkat dengan adanya tambahan dari pelanggan baru di antaranya Pupuk Indonesia, kebutuhan gas untuk sektor pembangkit, gas untuk kilang Pertamina, LNG ritel, dan pertumbuhan pemanfaatan gas pada pelanggan eksisting maupun wilayah ekonomi baru.

"Dengan mengelola 96 persen infrastruktur nasional dan 92 persen niaga gas bumi nasional, PGN akan lebih komprehensif dalam menjalankan mandat maupun berbagai terobosan untuk mempertahankan keandalan dan perluasan akses gas bumi nasional," tutup Suko Hartono.

Baca juga: PGN perluas pemanfaatan gas bumi sektor komersial industri
Baca juga: PGN terapkan digitalisasi tingkatkan efisiensi-efektivitas operasional

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar