Hari Penyiaran Nasional, KPI harap literasi digital masuk kurikulum

id KPI, Ketua KPI,Pendidikan anak- anak,Literasi digital,hari penyiaran nasional,literasi media,pendidikan literasi digital

Hari Penyiaran Nasional, KPI harap literasi digital masuk kurikulum

Ilustrasi anak menonton tayangan di Televisi dan butuh pendampingan agar dapat memiliki literasi media. (Freepik)

Jakarta (ANTARA) - Jelang perayaan Hari Penyiaran Nasional yang diperingati setiap 1 April, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengharapkan agar literasi media dan literasi digital dapat masuk ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.

Pendapat itu disampaikan oleh Ketua KPI Agung Suprio dalam webinar bertajuk “Seluk Beluk Penyiaran di Indonesia”, Rabu.

“Perlu ada kerja sama antara Kementerian Kominfo dan Kemendikbud untuk memasukan literasi digital atau literasi media ini ke kurikulum agar bisa berjalan terstruktur, sistematis, dan masif. Ini bukan pemilu, tapi maksudnya agar ini bisa disampaikan lewat institusi pendidikan,” kata Agung.

Baca juga: Seluk-beluk siaran televisi digital

Agung mencontohkan salah satu negara yang memasukkan literasi digital atau literasi media ke dalam kurilkulum pendidikan adalah Kanada.

Di Kanada dengan adanya literasi digital dalam kurikulum pendidikan, membuat anak- anak muda dapat memahami sejak dini bentuk konten yang baik serta memiliki nilai manfaat untuk dikonsumsi.

Diharapkan hal serupa dapat diterapkan di Indonesia sehingga dengan tingkat literasi digital yang baik maka konten-konten yang hadir di tengah masyarakat pun dapat meningkat kualitasnya.

“Siswa atau mereka yang masih bersekolah itu tahu cara memproteksi diri dari konten-konten atau tayangan yang bersifat kekerasan, bersifat rasial, bersifat pornografi,” kata Agung.

Baca juga: KPI dorong televisi Indonesia tambah konten anak-anak

Menyambut migrasi dari TV analog menuju TV digital yang berpeluang semakin banyaknya pelaku industri di dunia penyiaran televisi, Agung menyebut KPI mendorong semakin banyak penyedia tayangan pendidikan.

Hal itu perlu agar televisi kembali dapat diminati oleh kaum muda mengingat saat ini mereka cenderung memilih mengonsumsi konten dari internet dan bukannya dari televisi.

Ia berharap dengan adanya perpindahan ke TV digital maka semakin banyak konten-konten bagus yang muncul di industri penyiaran Indonesia.

“Steve Jobs pernah bicara ‘content is king’, jadi di mana pun konten bagus berada mau itu di YouTube atau di TV, kalau menarik dan bagus pasti ditonton banyak orang,” kata Agung.

Baca juga: TV Digital tidak akan saingi layanan siaran berbayar

Baca juga: Migrasi TV digital, Kominfo ingin optimasi teknologi dan ekonomi

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar