Perencanaan pembangunan Sulbar diminta perhitungkan dampak bencana

id Pembangunan setelah gempa,dampak bencana sulbar

Perencanaan pembangunan Sulbar diminta perhitungkan dampak bencana

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan perencanaan pembangunan Sulbar diminta perhitungkan dampak bencana, Kamis (1/4/2021) ANTARA/M Faisal Hanapi

Mamuju (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan perencanaan pembangunan Sulawesi Barat (Sulbar) diminta memperhitungkan dampak bencana.

"Saya ingatkan pembangunan gedung pemerintah di Sulbar harus memikirkan dan memperhitungkan masalah risiko dampak bencana," kata Doni Monardo, di Mamuju, Kamis.

Ia mengatakan, bangunan pemerintah yang sempat rusak berat atau runtuh akibat gempa bumi, harus dikaji lagi oleh tim gabungan dari BMKG, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta para peneliti ketika akan dibangun.

"Hal ini perlu dilakukan untuk bisa menentukan apakah bangunan yang sudah roboh itu masih bisa dibangun lagi atau tidak, kalau tidak jangan dipaksakan, karena yang tahu situasi struktur kekuatan tanah itu adalah para pakar," ujarnya.

Dia juga meminta agar Pemerintah Sulbar secepatnya melengkapi dan segera melakukan perbaikan data masyarakat calon penerima bantuan yang rumahnya dirusak gempa.

"Data penerima bantuan harus dipasang di kantor desa atau kelurahan, agar tidak ada nama ganda calon penerima dana tersebut, dan bantuan diberikan kepada mereka yang layak dan bantuan dapat tepat sasaran," katanya pula.

Ia mengatakan pemerintah pusat akan membantu permukiman rusak di Sulbar senilai Rp50 juta untuk rumah rusak berat, dan bantuan untuk rumah rusak sedang sebesar Rp25 juta, serta rusak ringan sebanyak Rp10 juta.

Sekdaprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan jumlah pengungsi gempa di Sulbar masih tersisa sebanyak 4.963 jiwa dengan jumlah titik pengungsian sebanyak 42 titik. Korban gempa bumi yang meninggal dunia sebanyak 108 orang, luka berat atau rawat inap sebanyak 278 orang, dan luka ringan sebanyak 12.542 orang.

Sedangkan rumah rusak sebanyak 14.173 unit, dengan rincian rusak ringan sebanyak 6.260 unit, rusak sedang sebanyak 4.643 unit, dan rusak berat sebanyak 3.270 unit yang tersebar di tiga kabupaten.

Data kerusakan bangunan pemerintah dan fasilitas umum sebanyak 101 unit, rumah jabatan lima unit, sekolah sebanyak 139 unit, sarana kesehatan sebanyak 23 unit, sarana ibadah sebanyak 47 unit, sarana transportasi sebanyak empat unit, jalan provinsi sebanyak dua ruas, jalan kabupaten 14 ruas, jembatan sebanyak empat unit, dan fasilitas umum lainnya sebanyak dua unit.

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten di Sulbar segera merampungkan perbaikan data rumah rusak yang diberikan bantuan agar pemerintah pusat segera membantu pembangunan kembali rumah rusak di Sulbar ini.
Baca juga: BNPB ajak relawan sinergi tangani dampak gempa Sulbar
Baca juga: 1.434 personil TNI AD tangani dampak bencana Sulbar

Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar