Basarnas Kendari cari nelayan hilang di perairan Wakatobi Sultra

id basarnas, sar, wakatobi, nelayan, pemanah ikan, tenggelam

Basarnas Kendari cari nelayan hilang di perairan Wakatobi Sultra

Tim pencarian dan pertolongan Basarnas Kendari Pos SAR Wakatobi saat melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan pemanah ikan yang dilapotkan hilang diduga tenggelam di perairan Wakatobi, Minggu (4/4/2021). ANTARA/Harianto.

Kendari (ANTARA) - Tim pencarian dan pertolongan Basarnas Kendari melakukan pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat memanah ikan di perairan Pulau Runduma, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi melalui rilisnya di Kendari, Minggu, mengatakan korban dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Sabtu (3/4) diduga tenggelam saat memanah ikan di perairan tersebut.

"Kami menerima informasi dari Bapak Kaharuddin keluarga korban yang melaporkan bahwa pada 3 Maret pukul 20.00 Wita telah terjadi kondisi membahayakan manusia yaitu seorang pemanah ikan (diduga) tenggelam dan hilang di sekitar perairan Pulau Runduma, Wakatobi," kata Aris.

Baca juga: Tim SAR cari nelayan hilang di Kolaka

Berdasarkan laporan tersebut, lanjut dia, pada pukul 15.30 Wita, pihaknya memberangkatkan tim penyelamat Pos SAR Wakatobi menuju lokasi kejadian kecelakaan (LKK) dengan menggunakan RIB (perahu karet) untuk memberikan bantuan SAR.

"Jarak lokasi kejadian dengan Pos SAR Wakatobi sekitar 52 mil laut. Cuaca hujan ringan, kecepatan angin 2 - 20 knot dan tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter," jelasnya.

Baca juga: Basarnas Kendari : Kecelakaan laut terbanyak di perairan Wakatobi

Ia mengungkapkan korban bernama La Tanjo Akbar usia 28 tahun merupakan warga lingkungan Topa, Kelurahan Mandati, Kecamatan Wangi-wangi, Wakatobi.

Ia menjelaskan kronologi hilangnya korban yaitu pada Sabtu 3 Maret 2021 pukul 20.00 Wita korban turun menyelam di sekitar perairan Pulau Runduma dengan menggunakan kompresor untuk memanah ikan bersama dua orang temannya.

Baca juga: Nelayan hilang di perairan Muna Barat ditemukan meninggal

Kedua teman korban berada di atas perahu yang mereka gunakan. Namun, setelah beberapa saat korban tidak kunjung muncul di permukaan.

"Karena khawatir Kedua rekannya melakukan pencarian terhadap korban hingga pukul 22.00 Wita, namun korban tidak diketemukan sehingga rekan korban memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keluarga," jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan pihak keluarga, nelayan dan masyarakat setempat masih melakukan upaya pencarian terhadap korban. Keluarga juga melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas.

Baca juga: Sulit komunikasi hambat pencarian korban kapal tabrakan di Indramayu

Baca juga: Basarnas Kendari cari nelayan hilang korban kapal mati mesin

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar