KPCPEN: Vaksinasi harian Maret 4 kali lipat dibandingkan Januari

id vaksinasi

KPCPEN: Vaksinasi harian Maret 4 kali lipat dibandingkan Januari

Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 sinovac biofarma sebelum disuntikkan pada lansia di layanan vaksinasi tanpa turun atau drive thru di Tarekot Malang, Jawa Timur, Kamis (1/4/2021). Layanan vaksinasi drive thru tersebut diadakan untuk memudahkan masyarakat dalam menerima vaksin sekaligus meningkatkan capaian target vaksinasi. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

JAKARTA (ANTARA) - Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Raden Pardede mengatakan jumlah penyuntikan vaksin COVID-19 pada akhir Maret meningkat empat kali lipat dibandingkan Januari.

“Rata-rata vaksinasi pada akhir Maret sekitar empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan Januari,” kata Raden Pardede dalam webinar Dies Natalis FEM IPB, di Jakarta, Selasa.

Pada pertengahan Maret Indonesia pernah mencatatkan rekor penyuntikan sebanyak 786.595 dosis vaksin, sehingga rata-rata penyuntikan harian selama sepekan melebihi 400 ribu dosis. Kemudian pada akhir Maret rata-rata penyuntikan harian selama sepekan turun menjadi 298.061 dosis.

Kendati demikian, jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan rata-rata penyuntikan harian pada akhir Januari yang berjumlah 53.411 dosis.

Raden Pardede mengatakan bahwa percepatan vaksinasi akan terus dilakukan agar target vaksinasi kepada 182 juta penduduk Indonesia dapat dituntaskan pada akhir 2021. Bahkan pada kuartal dua atau tiga 2021, pemerintah menargetkan vaksinasi harian melebihi 1 juta dosis.

“Kami harus mencapai kekebalan kelompok dan kami tengah berfokus pada kota-kota besar. Seperti di Jakarta yang mana 50 persen penduduk usia di atas 60 tahun telah divaksin,” ujarnya.

Pemerintah, kata Raden Pardede, menargetkan masyarakat di Pulau Jawa-Bali telah selesai divaksinasi pada September atau Oktober. Selain karena sebagian besar populasi Indonesia berdomisili di Jawa-Bali, fokus vaksinasi di daerah tersebut dikarenakan Jawa-Bali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan juga menyumbang kasus COVID-19 paling banyak dibandingkan daerah lainnya.

Kesigapan pemerintah Indonesia dalam melakukan percepatan vaksinasi, lanjut dia, tak kalah dengan negara-negara lainnya.

“Kalau dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya seperti Amerika Serikat, China, India, dan Brazil, kita tidak terlalu jelek (dalam vaksinasi). Indonesia sudah 12 juta dosis vaksin dan ini tentu akan kita tingkatkan dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari ourworldindata.org, hingga 3 April 2021 Indonesia telah menyuntikkan 12.292.000 dosis vaksin dengan rata-rata harian mencapai 268 ribu dosis.

Sedangkan urutan pertama ditempati Amerika Serikat dengan total vaksinasi mencapai 157,6 juta dosis vaksin dan rata-rata harian sebanyak 2,9 juta dosis. Urutan kedua dan ketiga ditempati China dan India dengan total vaksinasi masing-masing sebanyak 133,8 juta dosis dan 73 juta dosis vaksin.

Baca juga: Wapres dorong pemda aktif sosialisasikan vaksinasi COVID-19

Baca juga: Menilik kesiapan vaksinasi gotong royong

Baca juga: Pos pelayanan vaksinasi massal "drive thru" hadir di Candi Prambanan

 


Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar