"Gerakan Berikan Protein" jadi peluang hilirisasi produk perikanan

id Gerakan berikan protein,hilirisasi perikanan,kemenkop ukm,Nelayan

"Gerakan Berikan Protein" jadi peluang hilirisasi produk perikanan

Staf Khusus Menteri Koperasi & UKM bidang Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik, Rabu mengatakan dunia sedang dihadapkan pada apa yang disebut “triple malnutrition”, yaitu kerawanan pangan, kekurangan gizi, dan kelebihan berat badan. ANTARA/HO-Humas Kemenkop.

Jakarta (ANTARA) - Peluncuran “Gerakan Berikan Protein” pada 6 April 2021 menjadi solusi gaya hidup sehat sadar protein sekaligus sebagai upaya untuk hilirisasi hasil olahan perikanan.

Staf Khusus Menteri Koperasi & UKM bidang Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, mengatakan dunia sedang dihadapkan pada apa yang disebut triple malnutrition, yaitu kerawanan pangan, kekurangan gizi, dan kelebihan berat badan.

“Dalam konteks Indonesia hari ini, kita juga berkepentingan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Maka, hilirisasi produk perikanan sebagaimana dihasilkan melalui proses hidrolisis protein ikan adalah cara kita menunaikan ikhtiar kebangsaan yakni mengurangi angka kemiskinan, menjaga keberlanjutan perikanan, dan menjamin asupan protein sehat untuk masyarakat,” kata Riza.

Menurut Riza, dengan hilirisasi dan inovasi, nilai keekonomian dari ikan tangkapan nelayan berpeluang meningkat 10 bahkan 100 kali lipatnya.

“Ini adalah peluang koperasi-koperasi nelayan yang mau berinovasi. Semangat ini harus semakin kita kuatkan di Hari Nelayan kali ini,” katanya.

Riza mengapresiasi karena bersamaan dengan Hari Nelayan Nasional ke-61 telah dilaksanakan kegiatan peluncuran Gerakan Berikan Protein di pabrik HPI PT. Berikan Teknologi Indonesia di Eretan Kulon, Indramayu, Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim dan sejumlah pejabat dari beberapa kementerian seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kantor Staf Presiden (KSP), PT. Kimia Farma (Persero) Tbk., dan PUM Netherlands.

Rangkaian kegiatan launching ini terdiri dari diskusi panel dengan mengangkat tema “Masa Depan Perikanan Indonesia: Kemandirian Protein, Integrasi Hulu-Hilir Perikanan”, displai produk jajanan pasar berprotein tinggi yang bernama Berikan Street Food, serta melakukan tur proses pengolahan Hidrolisat Protein Ikan (HPI).

Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan secara langsung saja, melainkan juga dihadiri secara virtual dari perwakilan pemerintah daerah, dinas perikanan dan kelautan, persatuan nelayan tradisional dan masyarakat umum.

Gerakan Berikan Protein adalah gerakan yang diinisiasi oleh PT Berikan Teknologi Indonesia yang memiliki misi untuk mengedukasi masyarakat akan protein sebagai upaya untuk mewujudkan integrasi hulu-hilir sektor perikanan sebagai solusi atas masalah gizi, kesejahteraan nelayan dan inovasi produk turunan hasil perikanan.

Sementara itu, Founder dari Gerakan Berikan Protein Yogie berharap gerakan ini bisa menjadi inisiatif program edukasi masyarakat tentang kesadaran protein namun dikemas dengan cara-cara yang kreatif, ringan, dan menyenangkan.

Baca juga: Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus disertai hilirisasi perikanan
Baca juga: Pemerintah dorong hilirisasi produksi Hidrolisat Protein Ikan
Baca juga: Sinergi pemda dan nelayan perkuat kinerja pangan sektor perikanan

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar